Senin 29 Apr 2024 14:02 WIB

Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang Sudah Berusia 56 Tahun Bisa Cairkan JHT, Ini Caranya

Dana JHT tersebut, diharapakan dapat digunakan untuk menyambung kelangsungan hidup

Layanan BPJS Ketenagakerjaan (Ilustrasi)
Foto: Dok Republika
Layanan BPJS Ketenagakerjaan (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG---Peserta BPJS Ketenagkerjaan yang sudah berusia 56 tahun, bisa mulai mencairkan haknya. Hal ini, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 46/2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua (JHT). Yakni, BPJS Ketenagakerjaan memiliki kewajiban untuk membayarkan manfaat JHT secara sekaligus saat peserta mencapai usia pensiun JHT 56 tahun.

Menurut Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat (Jabar), Romie Erfianto, jika sudah memasuki 56 tahun maka peserta dapat mengambil hak atas manfaat JHT-nya. Harapannya, dana tersebut dapat digunakan agar bisa menyambung kelangsungan hidup kedepannya.

Baca Juga

"Kami di Jajaran Kantor Wilayah Jawa Barat memiliki 25 unit kerja yang memiliki pelayanan siap melayani para peserta untuk mencairkan JHT-nya," ujar Romie, Senin (29/4/2024).

Romie Erfianto menjelaskan, saat ini klaim JHT juga dapat melalui beberapa opsi. Di antaranya Via online melalui website https://lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id/ dan Via Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) yang di khususkan untuk saldo JHT dibawah Rp 10.000.000. 

Terkait peserta yang masih bekerja pada usia pensiun, kata dia, kalau memilih untuk menunda menerima pembayaran manfaat JHT pada usia 56 tahun da ntetap menjadi Peserta, maka masih membayar Iuran. Nantinya, pembayaran manfaat JHT dapat dilakukan pada saat Peserta berhenti bekerja.

"Namun jika peserta telah meninggal dunia, maka manfaat JHT-nya akan diberikan ke ahli waris pesertanya, antara lain istri, suami, anak, orang tua, cucu atau sesuai dengan pihak yang ditunjuk dalam wasiatnya," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement