Kamis 10 Apr 2025 20:44 WIB

Polisi Gerebek Kios Obat Keras Berkedok Jual Aksesoris Handphone di Bandung

Kios, menjual aksesoris handphone sebagai modus untuk mengelabui polisi

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Satresnarkoba Polrestabes Bandung menggerebek kios yang menjual obat keras berkedok menjual asesoris handphone di pinggir Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (10/4/2025). Dua orang terduga pelaku yang merupakan penjual dan pembeli diamankan dan dibawa ke Polrestabes Bandung.
Foto: Dok Republika.
Satresnarkoba Polrestabes Bandung menggerebek kios yang menjual obat keras berkedok menjual asesoris handphone di pinggir Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (10/4/2025). Dua orang terduga pelaku yang merupakan penjual dan pembeli diamankan dan dibawa ke Polrestabes Bandung.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG-- Satresnarkoba Polrestabes Bandung menggerebek kios yang menjual obat keras berkedok menjual aksesoris handphone di pinggir Jalan Tamansari, Kota Bandung, Kamis (10/4/2025). Dua orang terduga pelaku yang merupakan penjual dan pembeli diamankan dan dibawa ke Polrestabes Bandung.

Wakasat Narkoba Polrestabes Bandung Kompol Dadang Garnadi mengatakan, petugas melakukan penggerebekan kios yang menjual obat keras berkedok menjual aksesoris handphone di Jalan Tamansari, Kota Bandung. Menurutnya, penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat. "Kami melakukan upaya paksa dengan melakukan penggeledahan dan mengamankan pelakunya," ujar Dadang, Kamis (10/4/2025).

Baca Juga

Ia menuturkan dua orang pelaku diamankan yaitu penjual dan pembeli. Dadang mengatakan kios tersebut berbentuk kontainer berdiri di trotoar dan tidak memiliki izin. "Kami amankan dua orang, ada penjual dan pembeli," katanya.

Dadang mengatakan kios tersebut menjual aksesoris handphone sebagai modus untuk mengelabui polisi. Setelah dilakukan penggeledahan, pihaknya menemukan obat keras terlarang. "Dia menjual casing handphone tapi ketika penggeledahan di etalase bawah ditemukan obat keras terbatas," kata dia.

Ia menyebut pelaku sudah menjual obat keras sejak empat bulan terakhir. Pihaknya akan terus menelusuri jaringan penjualan obat keras terlarang. Keduanya dijerat undang-undang nomor 17 tahun 2023 tentang kesehatan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement