Sabtu 29 Nov 2025 22:26 WIB

Bulog Pastikan Stok Beras di Jabar Aman Hingga Akhir Tahun 2025

Stok beras yang ada dapat memenuhi kebutuhan hingga musim panen raya 2026.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Karta Raharja Ucu
Pekerja memikul karung beras di Gudang Bulog.
Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar
Pekerja memikul karung beras di Gudang Bulog.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Stok beras di wilayah Jawa Barat mencapai 590 ribu ton jelang perayaan natal dan tahun baru 2026 dipastikan aman memenuhi pasar. Cadangan berasa pemerintah yang dikelola Bulog sendiri mencapai 3,8 juta ton hingga akhir November tahun 2025.

Kepala Perum Bulog Jawa Barat Nurman Susilo mengatakan masyarakat di Jawa Barat tidak perlu panik atau mengkhawatirkan isu tentang kelangkaan beras. Ia memastikan stok yang ada dapat memenuhi kebutuhan hingga musim panen raya 2026.

“Publik Jawa Barat jangan panik. Stok beras sangat mencukupi kebutuhan hingga musim panen raya 2026,”  ucap dia, Jumat (28/11/2025).

Dengan kapasitas cadangan yang besar, ia mengatakan tidak memerlukan impor beras saat ini. Di Jawa Barat sendiri, stok beras dalam posisi aman sekitar 590 ribu ton yang tersebar di berbagai gudang Bulog.

Nurman mengatakan stok tersebut dapat digunakan sebagai instrumen pengendalian harga dan menjaga inflasi pangan tetap terkendali. Bulog berharap kondisi cadangan yang memadai ini mampu menjaga stabilitas pasar jelang libur akhir tahun serta mengamankan kebutuhan masyarakat hingga masuk periode panen berikutnya.

Pihaknya pun mengungkapkan penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) terus berjalan. Bulog Jawa Barat telah menggelontorkan 59 ribu ton beras SPHP ke pasar hingga saat ini.

Selain itu, bantuan pangan untuk 3,3 juta warga Jawa Barat juga terus disalurkan, masing-masing menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan untuk alokasi Oktober dan November 2025.

Nurman menambahkan Bulog terus memperkuat manajemen logistik dan distribusi agar pasokan tetap merata hingga ke wilayah pesisir dan perbatasan. Pemantauan situasi harian juga dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan di Jawa Barat tetap terjaga.

“Kami menjaga agar seluruh titik suplai prioritas tetap aman, sehingga ketahanan pangan daerah dan nasional terjaga,” ucap dia.

(N-Muhammad Fauzi Ridwan)

=======================

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement