Kamis 05 Feb 2026 17:32 WIB

Viral Gerombolan Bermotor Begal Pengendara di Bandung, Ini Kata Polisi

Korban yang terkejut memilih menyelamatkan diri dengan meninggalkan kendaraannya.

Rep: Ferry Bangkit Rizki/ Red: Mas Alamil Huda
Tangkapan Layar Viral Gerombolan Bermotor Melakukan Aksi Begal di Kampung Cibeureum, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Foto: Tangkapan layar.
Tangkapan Layar Viral Gerombolan Bermotor Melakukan Aksi Begal di Kampung Cibeureum, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Sekelompok berandalan jalanan beraksi di Kampung Cibeureum, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Mereka merampas sepeda motor milik pengendara yang melintas di jalan raya.

Aksi pembegalan yang dikakukan gerombolan bermotor itu terekam kamera CCTV hingga viral di media sosial. Dalam rekaman video yang beredar luas, terlihat dua orang korban yang tengah berboncengan sepeda motor tiba-tiba diadang oleh sekelompok orang. Diduga jumlah pelaku mencapai belasan orang dengan menggunakan sekitar 10 unit sepeda motor.

Baca Juga

Korban yang terkejut memilih menyelamatkan diri dengan meninggalkan kendaraannya. Sepeda motor tersebut kemudian dibawa kabur oleh para pelaku. Bahkan, dalam video tampak salah satu pelaku memukuli sepeda motor korban sebelum meninggalkan lokasi kejadian.

"Betul itu kejadiannya hari Minggu (Ahad) tanggal 1 Februari 2026 sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu seorang pengendara dihadang, dianiaya, lalu melarikan diri meninggalkan motornya yang kemudian diambil oleh kelompok tersebut," kata Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra saat dikonfirmasi, Rabu (5/2/2026).

Polisi bergerak cepat menindaklanjuti kejadian itu. Hingga kini, sebanyak 12 orang pelaku telah diamankan dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Penangkapan dilakukan di sejumlah lokasi berbeda, meliputi wilayah Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan terbanyak di wilayah Kota Bandung.

"Masih ada beberapa pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO) dan saat ini terus kami lakukan pengejaran," ucap Niko.

Ironisnya, kata Niko, mayoritas pelaku yang diamankan merupakan anak di bawah umur. Meski demikian, mereka tidak terafiliasi dengan geng motor tertentu. Para pelaku diketahui bersepakat untuk berkumpul terlebih dahulu sebelum berkeliling secara acak mencari korban untuk dianiaya.

"Mereka tidak tergabung dalam geng motor, tapi sudah berencana. Mereka muter-muter mencari korban secara acak," ujar dia.

Polisi memastikan akan memberikan efek jera kepada seluruh pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku, baik terhadap pelaku dewasa maupun anak-anak. Selain itu, upaya pencegahan juga terus diperkuat.

"Kami tingkatkan patroli dan mengaktifkan kembali siskamling di titik-titik rawan agar masyarakat bisa terlibat langsung dalam menjaga keamanan dan ketertiban," kata Niko.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement