Kamis 12 Feb 2026 10:49 WIB

Dalam Semalam, 14 Bencana Terjadi di Majalengka

Masyarakat pun diimbau waspada mengingat masih tingginya curah hujan.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Mas Alamil Huda
Banjir menggenangi sejumlah desa di Kabupaten Majalengka setelah diguyur hujan deras sejak Ahad (9/2/2025) sore hingga malam.
Foto: Dok Republika
Banjir menggenangi sejumlah desa di Kabupaten Majalengka setelah diguyur hujan deras sejak Ahad (9/2/2025) sore hingga malam.

REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA – Sebanyak 14 kejadian bencana alam terjadi dalam waktu satu malam di Kabupaten Majalengka. Masyarakat pun diimbau waspada mengingat masih tingginya curah hujan.

Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka, sebanyak 14 kejadian bencana itu terjadi seiring hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang, pada Rabu (11/2/2026). Hujan itu berlangsung selama kurang lebih lima jam dari pukul 14.00 WIB.

Baca Juga

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengatakan, kejadian bencana yang dilaporkan terjadi semalam berupa tanah longsor, banjir, dan cuaca ekstrem. Bencana itu tersebar di 14 desa pada enam kecamatan, yakni Kecamatan Maja, Argapura, Talaga, Lemahsugih, Kadipaten, dan Panyingkiran.

Ia menjelaskan, hujan turun secara merata di seluruh Kabupaten Majalengka. Namun, kejadian bencana terbanyak tercatat di wilayah selatan Majalengka mengingat kondisinya yang paling rentan terhadap longsoran.

“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” ujar Agus, Kamis (12/2/2026).

Ia menjelaskan, BPBD Majalengka bersama unsur TNI, Polri, Satpol PP Damkar, BBWS, OPD terkait, serta aparat kecamatan dan desa telah melakukan langkah cepat. Yakni, berupa asesmen lapangan, penanganan darurat, dan evakuasi warga terdampak di lokasi kejadian.

“Upaya penanganan terus kami lakukan, termasuk koordinasi dengan BBWS Cimanuk untuk pemantauan tinggi muka air di Bendung Rentang dan Bendung Kamun, serta pembersihan material longsor dan genangan banjir di sejumlah titik,” katanya.

Berdasarkan data sementara, bencana tersebut berdampak pada akses jalan yang sempat terganggu seperti jalur provinsi Maja-Talaga tepatnya di Cikebo. Di lokasi tersebut sempat tidak bisa dilalui kendaraan selama satu jam akibat longsoran material ke bahu jalan.

Di Kecamatan Panyingkiran, tercatat ada 65 rumah warga dan rumah ibadah yang terendam banjir di dua desa, yaitu Desa Bonang dan Leuwiseeng. Saat ini, sebagian besar kondisinya mulai berangsur surut dan pendataan mengenai dampaknya masih terus dilakukan.

Agus pun mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan bencana, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Hal itu mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat di lingkungannya,” ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement