REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU - Wakil Ketua DPRD Jawa Barat dari Daerah Pemilihan XII, Ono Surono menegaskan masih banyak pekerjaan rumah (PR) infrastruktur yang harus diperjuangkan bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu, khususnya di wilayah pedesaan.
Hal itu disampaikan Ono saat kegiatan Reses II Tahun Sidang 2025/2026 di Desa Lanjan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Kamis (26/2/2026). Aspirasi warga yang mengemuka antara lain persoalan jalan desa, saluran irigasi pertanian, hingga dampak proyek jalan nasional yang belum terselesaikan.
Menurut Ono, secara geografis Desa Lanjan tergolong wilayah terpencil, meski berada tidak jauh dari jalur utama Pantura yang menjadi pusat aktivitas pertanian, terutama kawasan persawahan. Namun, kondisi infrastruktur dasar seperti jalan desa dinilai masih memprihatinkan.
“Ironis, desa ini dekat dengan pusat kota, tetapi jalan desanya masih menyisakan banyak persoalan yang harus dipecahkan bersama,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat. Kerusakan jalan desa, kata dia, berdampak pada aktivitas ekonomi dan mobilitas warga sehari-hari.
Selain jalan, persoalan irigasi pertanian juga menjadi sorotan. Warga mengeluhkan saluran irigasi yang belum tertata baik justru memicu banjir saat musim hujan, sehingga mengancam hasil panen petani.
Ono menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait penyelesaian saluran irigasi yang belum rampung agar tidak merugikan masyarakat.
Ia juga menyinggung persoalan lama yang belum tuntas sejak 2007, yakni ganti rugi pelebaran jalan nasional di wilayah Kecamatan Lohbener. Menurutnya, masalah tersebut perlu segera diselesaikan karena berlarut-larut dan menimbulkan ketidakpastian bagi warga terdampak.
“Kami berkomitmen memperjuangkan aspirasi masyarakat dan mendorong solusi terbaik bersama pihak terkait,” kata Ono.