Sabtu 28 Feb 2026 16:25 WIB

Serangan AS ke Iran Pembuktian Ancaman Trump Soal Negosiasi Nuklir yang Selalu Buntu

Trump juga memperingatkan Iran untuk tidak melanjutkan program nuklir.

Asap mengepul di pusat Teheran setelah serangan Israel, 28 Februari 2026. Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 mendahului AS yang lebuh dulu mengancam.
Foto: EPA/ABEDIN TAHERKENAREH
Asap mengepul di pusat Teheran setelah serangan Israel, 28 Februari 2026. Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 mendahului AS yang lebuh dulu mengancam.

REPUBLIKA.CO.ID, MOSKOW -- Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran Iran dari udara dan laut, menurut laporan Reuters, Sabtu (28/2/2026). Serangan ini menjadi bukti perkataan Presiden AS Donald Trump pada 20 Februari 2026 yang menyebut sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk melakukan serangan terbatas terhadap Iran.

Trump juga menyerukan kepada Teheran untuk mencapai kesepakatan, dan memperingatkan jika tidak, Iran akan menghadapi "hari yang buruk". Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menanggapi ancaman Trump. Dia menyebut Iran akan menganggap bahkan serangan terbatas oleh AS sebagai tindakan agresi.

Baca Juga

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump juga memperingatkan Iran untuk tidak melanjutkan program nuklir mereka, tetapi Teheran menolak semua tawaran. "Setelah serangan itu, kami memperingatkan mereka untuk tidak pernah melanjutkan upaya milisi mereka dalam mengembangkan senjata nuklir. Kami berulang kali berupaya untuk mencapai kesepakatan, ... tetapi Iran menolak. Mereka menolak setiap kesempatan," kata Trump, Sabtu, seperti dinukil dari Sputnik/RIA Novosti-OANA.

Dia menambahkan Iran telah mencoba untuk menghidupkan kembali program nuklir negara tersebut dan sedang mengembangkan rudal jarak jauh yang mampu mencapai Eropa, dan berpotensi juga mencapai AS. Trump menambahkan bahwa AS akan menghancurkan rudal dan industri rudal Iran serta Angkatan Laut Iran.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement