REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Perum Bulog memastikan ketersediaan stok pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi sangat aman. Stok yang adapun mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Termasuk, dalam menghadapi momentum hari besar keagamaan maupun dinamika situasi geopolitik global.
Saat ini, stok yang dimiliki Perum Bulog Kanwil Jabar adalah sekitar 592.795 ton setara beras. Stok tersebut akan terus bertambah menghadapi panen raya yang sudah akan dimulai pada bulan depan.
Menurut Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini dikuasai Bulog mencapai 3,74 juta ton. Jumlah tersebut, diperkirakan terus meningkat seiring masa panen dan kegiatan penyerapan gabah serta beras di berbagai daerah.
"Stok beras yang dikuasai Bulog saat ini berada pada level yang sangat kuat, yakni sekitar 3,74 juta ton," ujar Ahmad Rizal, dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
Apalagi, kata dia, dengan adanya panen di berbagai daerah serta upaya penyerapan terus dilakukan. "Kami memproyeksikan stok tersebut akan meningkat dan pada akhir Maret dapat mencapai kisaran 4,5 hingga 5 juta ton,” katanya.