REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Dunia pendidikan di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali tercoreng akibat aksi bejat yang diduga dilakukan oleh dua guru ekstrakurikuler. Mereka tega melakukan dugaan pencabulan terhadap puluhan muridnya.
Dikabarkan ada 19 siswa dan 3 siswi SMP di wilayah Kecamatan Anjatan, Kabupaten Indramayu yang menjadi korban dugaan pencabulan yang dilakukan oleh dua guru mereka. Kasus itu viral di media sosial dan mendapat sorotan luas dari masyarakat dan berbagai kalangan. Salah satunya dari anggota Komisi 2 DPRD Indramayu, Edi Fauzi.
Edi mengaku telah menerima laporan langsung dari salah satu keluarga korban. Dugaan pelecehan seksual itu disebut terjadi di berbagai kesempatan dan lokasi yang berbeda.
“Terduga pelakunya adalah oknum guru yang juga menjadi pelatih ekstrakurikuler bela diri,” kata Edi, dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).
Edi menyampaikan, kasus tersebut telah dilaporkan orang tua korban ke pihak kepolisian. Ia berharap agar kasus tersebut bisa segera ditangani secara tuntas.
Dari hasil koordinasi dengan Unit PPA Satreskrim Polres Indramayu, diketahui dari dua terduga pelaku, salah satunya telah ditangkap. Namun, satu pelaku lainnya melarikan diri.
“Kita meminta pihak kepolisian segera menangkap terduga pelaku yang kabur tersebut agar tidak melakukan hal yang sama ke anak lainnya," tukasnya.