Selasa 28 Apr 2026 15:03 WIB

Sidkon Djampi: Media Harus Adaptif Hadapi Tantangan Transformasi Digital

Media harus hadir sebagai rujukan yang tepercaya.

Rep: Muhammad Taufik/ Red: Ferry kisihandi
Anggota Komisi I DPRD Jabar, Sidkon Djampi.
Foto: Muhammad Taufik/Republika
Anggota Komisi I DPRD Jabar, Sidkon Djampi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG – Anggota Komisi I DPRD Jabar, Sidkon Djampi menegaskan, dunia media dituntut semakin adaptif dalam menghadapi arus transformasi digital yang berkembang pesat. Menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi masyarakat menjadi tantangan utama yang harus dijawab insan pers.

Ia menjelaskan, Komisi I memiliki salah satu bidang yang berkaitan erat dengan komunikasi dan penyiaran. Karena itu, dinamika media menjadi perhatian penting dalam upaya menjaga kualitas informasi di ruang publik.

“Komisi I membidangi komunikasi dan penyiaran. Ini menjadi sektor strategis karena arus informasi sangat memengaruhi kualitas demokrasi dan cara masyarakat memahami berbagai isu,” ujar Sidkon, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, media saat ini tidak hanya dituntut cepat dalam menyampaikan informasi, juga harus tetap mengedepankan akurasi, keberimbangan, dan etika jurnalistik. Di tengah derasnya arus digital, ia mengingatkan agar media tidak terjebak pada kecepatan semata tanpa verifikasi yang memadai.

Sidkon yang pernah berkarier di Republika perwakilan Jawa Barat pada 1993 hingga 1997 itu menilai, transformasi media merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Namun demikian, nilai-nilai dasar jurnalistik harus tetap dijaga.

“Perubahan ini tidak bisa ditolak. Media harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Tapi yang tidak boleh berubah adalah komitmen terhadap kebenaran dan tanggung jawab kepada publik,” katanya.

Ia juga mendorong pelaku media terus meningkatkan kapasitas dan profesionalisme, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan aset utama yang harus dijaga di tengah persaingan media yang semakin ketat.

“Di tengah banjir informasi saat ini, media harus hadir sebagai rujukan yang tepercaya. Adaptif dalam teknologi, tapi tetap kuat dalam prinsip,” pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement