REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Bukan hanya pedagang hewan kurban yang kebanjiran berkah di momen Idul Adha 1447 Hijriah, pengepul kulit pun kecipratan hal serupa. Seperti yang dialami Misto (48), pengepul kulit di Desa Sariwangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Pada Kamis (28/5/2026) siang, Misto dan temannya tengah menurunkan kulit sapi dari mobil bak terbuka yang diikuti cairan darah serta kotoran masih menetes mengeluarkan bau menyengat. Kulit-kulit hewan kurban itu hendak dijual ke pengepul, namun mesti ditimbang terlebih dahulu.
Misto lalu mencatat berat setiap lembar kulit, lalu menghitung uang yang harus ia keluarkan. Setelah ditimbang, kulit sapi dan domba itu kemudian ditumpuk terlebih dahulu, sebelum nanti akan dinaikkan lagi ke atas truk untuk dibawa. Misto akan menerima penjualan kulit sapi dan domba sampai beberapa hari kedepan.
"Sudah 8 tahunan, alhamdulillah. Musiman sebetulnya, kalau hari-hari biasa sudah ada yang suplai. Ya lumayan buat panitia kurban, bisa dapat uang lebih," ujar Misto kepada wartawan.