Jumat 29 May 2026 19:52 WIB

Wanita Asal Cirebon Tewas Tertemper KA di Indramayu

Korban merupakan seorang wanita bernama Tati Rohati (48 tahun).

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Perlintasan kereta di Jawa Barat (Ilustrasi).
Foto: Republika-Ferry Bangkit Rizki
Perlintasan kereta di Jawa Barat (Ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Seorang warga Kelurahan Karangwangi, Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon, ditemukan meninggal dunia. Korban diketahui meninggal akibat tertemper kereta api Manahan di jalur rel KM 182, Desa Sleman, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Korban merupakan seorang wanita bernama Tati Rohati (48 tahun). Kejadian pilu itu awalnya dilaporkan masinis KA Manahan jurusan Solo–Bekasi, pada Kamis (28/5/2026).

Baca Juga

Dalam laporannya, masinis memberikan informasi kepada petugas pengamanan (security) stasiun bahwa ada seseorang yang tertemper di KM 182 Desa Sleman. Mendapat laporan tersebut, dua petugas pengamanan langsung bergerak memeriksanya.

Ternyata benar, mereka menemukan jasad korban. Hal tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Sliyeg.

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kapolsek Sliyeg, AKP Edi Mulyana membenarkan adanya kejadian tersebut. “Saat petugas tiba di lokasi kejadian, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, " kata Edi, Jumat (29/5/2026).

Untuk menangani kejadian itu, personel Polsek Sliyeg langsung melokalisir area perlintasan guna kelancaran proses evakuasi. Pihak Polsek juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Sat Reskrim Polres Indramayu.

“Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh petugas ke RSUD Indramayu untuk kepentingan identifikasi lanjutan serta visum et repertum,” katanya.

Untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa, Edi menghimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sepanjang jalur rel kereta api. Pasalnya, hal tersebut sangat berbahaya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan mandiri dengan tidak beraktivitas atau menyeberang di sepanjang jalur perlintasan rel kereta api karena sangat berbahaya," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement