REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka memperingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun ilalang secara sembarangan. Pasalnya, aktivitas tersebut menjadi penyebab terjadinya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengungkapkan, dalam dua minggu terakhir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi di beberapa titik. Di antaranya, di Desa Panyingkiran, Kecamatan Panyingkiran, Desa Baribis, Kecamatan Cigasong, Desa Wanajaya, Kecamatan Kasokandel, dan Kelurahan Babakanjawa, Kecamatan Majakengka.
“Hampir seluruh peristiwa itu dipicu oleh kelalaian manusia. Mulai dari warga yang membakar sampah lalu apinya lepas kendali akibat tiupan angin kencang, hingga pembakaran ilalang yang letupan apinya merembet dan menciptakan titik api baru,” ujar Agus, Senin (20/7/2027).
Mengingat kondisi musim kemarau yang sangat kering, Agus pun mengimbau masyarakat agar kebiasaan membakar lahan atau sampah segera dihentikan. Jika abai, dikhawatirkan kobaran api akan semakin sulit dikendalikan dan cakupan karhutla bakal meluas.
Ditambah lagi, ancaman karhutla di musim kemarau di Kabupaten Majalengka tidak bisa dianggap remeh. Potensi kebakaran itu tersebar di 343 desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten Majalengka.