REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi magnitudo 4,1 terjadi di wilayah Kabupaten Pangandaran sekitar pukul 06.29 WIB, Senin (24/8/2026). Titik gempa berlokasi di laut pada jarak 81 kilometer barat daya dengan kedalaman 36 kilometer, Kabupaten Pangandaran.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo, 4,1," ucap Kepala Balai Besar MKG Wilayah II Hartanto melalui keterangan resmi yang diterima, Senin (24/8/2026).
Ia mengatakan gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif bawah laut. Hingga pukul 07:07 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.
Hartanto melanjutkan gempa bumi dirasakan di wilayah Cigedung Singaparna dan Pangandaran. Getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu.
Sedangkan di wilayah Cimaung dan Cianjur Selatan getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempa bumi. Ia mengimbau masyarakat untuk memastikan memperoleh informasi resmi hanya bersumber dari BMKG.