REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dago Dairy mengumumkan resmi akan menutup peternakan sapinya di Desa Mekarwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Penutupan itu dilakukan karena peternakan itu kesulitan mencari pekerja selama dua tahun.
Pengumuman pamitnya peternakan sapi Dago Dairy itu disampaikan langsung pemiliknya Mark Hallet dan istrinya, Yanti melalui akun Instagram @dago_dairy. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan pekerja untuk mengelola peternakan.
Adapun, kedua anak mereka tak ingin meneruskan usaha peternakan itu. Kondisi tersebut membuat pekerjaan di peternakan harus ditangani dengan tenaga yang terbatas.
"Dengan sedih kami mau mengumumkan Dago Dairy mau tutup. Hampir dua tahun kami kekurangan karyawan," kata Mark dan istrinya seperti dikutip Republika, Sabtu (29/8/2026).
Peternakan Dago Dairy mengahadapi tantangan dengan minimnya pekerja untuk mengelola sapi-sapi tersebut. Mark dan istrinya bahkan dalam dua tahun terakhir berupaya untuk mencari pekerja untuk mengurus dan mengelola sapi dan kandangnya itu namun tidak ada yang berminat.
Keterbatasan pekerja membuat Mark bekerja ekstra yang membuatnya lelah. Sedangkan di satu sisi, anaknya yang sedang berada di Australia disebut tak ingin meneruskan usaha peternakan sapi tersebut
"Anak muda tidak berminat untuk bekerja di peternakan dan Mark harus bekerja dua shift. Saya (Mark) tidak ada waktu untuk merawat sapi dengan baik atau memperbaiki kandang. Dan kedua putra kami tinggal di Australia. Mereka mencintai Indonesia tetapi tidak ingin melanjutkan peternakan," ungkap Mark dan istrinya.
View this post on Instagram