REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- KAI melakukan penyesuaian kapasitas untuk mengantisipasi dinamika kebutuhan angkutan penumpang akibat kondisi vulkanik Gunung Anak Krakatau. Penyesuaian tersebut dilakukan melalui pengoperasian tiga kereta api tambahan serta peningkatan kapasitas pada sejumlah kereta api reguler.
Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan, langkah itu merupakan bagian dari kesiapan KAI dalam menyediakan layanan transportasi bagi masyarakat. Namun, hal itu dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.
“Penyesuaian layanan kami lakukan untuk memastikan kebutuhan mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik. Setiap pengaturan perjalanan tetap memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, dan aspek keselamatan,” ujar Muhibbuddin, Senin (7/9/2026).
Adapun tiga perjalanan kereta api tambahan yang dioperasikan yaitu:
1. KA Tambahan relasi Yogyakarta–Gambir, berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB.
2. KA Tambahan relasi Malang–Gambir, berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB.
3. KA Tambahan relasi Semarang Tawang–Gambir, berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 20.15 WIB.
Selain menghadirkan perjalanan tambahan, KAI juga meningkatkan kapasitas pada dua kereta api regular. Yakni, KA Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir dan KA Gumarang relasi Surabaya Pasar Turi–Pasar Senen.
Muhibbuddin menambahkan, KAI Daop 3 Cirebon juga akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi vulkanik dan menyesuaikan langkah operasional apabila diperlukan. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman dan terkendali.
Untuk itu, KAI mengimbau pelanggan agar mempersiapkan perjalanan dengan baik. Meeka diminta datang lebih awal ke stasiun, memastikan kembali jadwal keberangkatan, serta mengikuti arahan petugas selama berada di stasiun maupun selama perjalanan.
Para pelanggan juga diimbau untuk memperoleh informasi perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi KAI, dan kanal informasi resmi KAI lainnya. Sementara itu, informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau agar mengacu pada keterangan resmi Badan Geologi/PVMBG dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Badan Geologi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pihak berwenang.
“Kami mengajak pelanggan tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan petugas. KAI akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah yang diperlukan untuk memastikan perjalanan tetap aman, nyaman, dan terkendali,” tukas Muhibbuddin.
Muhibbuddin menambahkan, hingga saat ini perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon masih berjalan normal. Pihaknya memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas di lapangan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan.
“Sampai saat ini perjalanan kereta api di wilayah Daop 3 Cirebon masih berjalan normal. Kami terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta petugas untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan,” tukas Muhibbuddin.