Rabu 09 Sep 2026 19:24 WIB

Karhutla Gunung Ciremai Meluas, Luas Terbakar Capai 40 Hektare

Kebakaran bermula dari kawasan Blok Cileutik pada Senin.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Mas Alamil Huda
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), semakin meluas, Selasa (8/9/2026) malam.
Foto: Republika/ Lilis Sri Handayani
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), semakin meluas, Selasa (8/9/2026) malam.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), meluas, Rabu (9/9/2026). Kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada Senin (7/9/2026) tersebut diperkirakan telah membakar sekitar 40 hektare kawasan hutan.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar mengatakan, kebakaran bermula dari kawasan Blok Cileutik pada Senin (7/9/2027). Api kemudian merambat ke sejumlah titik.

Baca Juga

“Sekarang berdasarkan laporan, sudah sekitar kurang lebih 40 hektare area yang terbakar. Namun sampai perkembangan hari ini, sudah mulai padam di beberapa titik,” ujar Dian, saat melihat langsung kondisi terkini di lokasi kebakaran, Rabu (9/9/2026).

Meski sejumlah titik telah berhasil dipadamkan, kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman. Asap masih terlihat di beberapa lokasi yang mengindikasikan adanya titik api yang belum benar-benar padam.

Menurut Dian, penanganan karhutla tidak cukup hanya memastikan kobaran api di permukaan telah hilang. Pemantauan dan proses pendinginan tetap harus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

“Persoalan di hutan itu kan tidak bisa dilihat hanya dari padam asapnya. Saya lihat tadi ada beberapa titik yang belum padam sepenuhnya,” katanya.

Kondisi di lapangan semakin menantang karena angin bertiup cukup kencang di kawasan Kuningan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, api berpotensi melompat dan melewati sekat bakar yang telah dibuat petugas.

“Kita lihat ke arah atas, teman-teman juga mungkin ada yang membuat sekat bakar, tapi ini rawan karena angin besar di Kuningan hari-hari ini, jadi api itu menyeberang, melompat,” tuturnya.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi