Jumat 11 Sep 2026 20:42 WIB

Kuningan Perluas Kelapa Genjah Jadi 550 Hektare

Pengembangan kelapa genjah telah dilakukan secara bertahap sejak 2025.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Kelapa Genjah.
Foto: Humas Balitbangtan.
Kelapa Genjah.

REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN -- Pemerintah Kabupaten Kuningan memperluas pengembangan kelapa genjah hingga mencapai 550 hektare. Program itu diarahkan sebagai investasi jangka panjang untuk membuka sumber pendapatan baru, meningkatkan nilai ekonomi lahan, dan mendorong kesejahteraan petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan, pengembangan kelapa genjah merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah mendiversifikasi sumber ekonomi petani, melalui komoditas perkebunan yang memiliki prospek jangka panjang. “Kelapa genjah ini bukan sekadar program penanaman. Kita sedang menyiapkan sumber pendapatan baru bagi petani,” kata Wahyu, Jumat (11/9/2026).

Baca Juga

Menurut Wahyu, kelapa genjah memiliki karakteristik yang mendukung pengembangannya. Tanaman itu dapat mulai berproduksi sekitar 3–4 tahun setelah tanam dan memiliki postur pohon relatif lebih pendek dibandingkan kelapa dalam sehingga pemeliharaan dan pemanenan relatif lebih mudah.

“Potensi kelapa genjah di Kuningan cukup besar. Kita ingin komoditas ini tidak hanya berkembang dari sisi luas tanam, tetapi juga menjadi sumber ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi petani,” ujarnya.

Pengembangan kelapa genjah di Kabupaten Kuningan telah dilakukan secara bertahap sejak 2025. Pada 2025, Kabupaten Kuningan memperoleh dukungan pengembangan kelapa genjah seluas 350 hektare dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan. Yakni, dengan penyaluran 38.500 bibit kelapa genjah dan 115.500 kilogram pupuk organik.

Pada 2026, dukungan pengembangan kembali diberikan melalui Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, dengan alokasi pengembangan seluas 200 hektare. Hal itu terdiri atas 22.000 tanaman kelapa genjah dan 66.000 kilogram atau 66 ton pupuk organik.

Dengan demikian, total pengembangan kelapa genjah yang telah dan sedang didorong di Kuningan mencapai 550 hektare, dengan sekitar 60.500 tanaman. “Untuk tahun 2026, setiap hektare dialokasikan sekitar 110 tanaman kelapa genjah dan 330 kilogram pupuk organik. Ini bagian dari upaya memastikan pengembangan tidak hanya berorientasi pada luasan, tetapi juga didukung kebutuhan budidaya di lapangan,” jelas Wahyu.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanua, menegaskan, pembangunan pertanian pada akhirnya harus bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani. Menurut Dian, keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup hanya dilihat dari meningkatnya produksi. Namun juga dari kemampuan sektor pertanian meningkatkan pendapatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Orientasi utama pembangunan pertanian adalah kesejahteraan petani. Ketika petani kita sejahtera, ekonomi masyarakat bergerak, desa semakin kuat, dan pada akhirnya Kuningan melesat,” ujar Dian. 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi