Kamis 01 Oct 2026 14:56 WIB

Sidkon Djampi: Gotong Royong Jadi Kekuatan Jaga Pancasila

Pancasila akan kuat kalau masyarakatnya juga mau menjaga kebersamaan.

Rep: Muhammad Taufik/ Red: Muhammad Hafil
Anggota DPRD Jawa Barat dari PKB Sidkon Djampi.
Foto: Dok Istimewa
Anggota DPRD Jawa Barat dari PKB Sidkon Djampi.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya gotong royong dalam kehidupan masyarakat. Anggota DPRD Jawa Barat dari PKB Sidkon Djampi mengatakan semangat tersebut perlu terus dirawat karena menjadi salah satu kekuatan dalam menjaga persatuan.

Menurut Sidkon, Pancasila tidak cukup hanya dipahami sebagai dasar negara. Nilai-nilainya perlu terlihat dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui kepedulian terhadap sesama dan kemauan untuk menyelesaikan persoalan secara bersama-sama.

“Gotong royong itu bagian dari kehidupan kita. Ini yang harus terus dijaga. Jangan sampai masyarakat semakin individualistis dan lupa bahwa banyak persoalan bisa diselesaikan kalau kita bersama-sama,” kata Sidkon, Kamis (1/10/26).

Ia menilai semangat gotong royong juga perlu tercermin dalam kebijakan pemerintah. Kehadiran negara, kata dia, harus dapat dirasakan masyarakat, terutama kelompok yang selama ini memiliki peran penting dalam pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Salah satunya melalui perhatian terhadap pesantren. Sidkon mengatakan pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi dalam kehidupan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

“Pemerintah harus ikut memakmurkan pesantren. Bukan hanya soal bantuan fisik, tetapi bagaimana pesantren bisa berkembang, mandiri, kualitas pendidikannya meningkat dan masyarakat di sekitarnya ikut mendapatkan manfaat,” ujarnya.

Menurut Sidkon, banyak pesantren yang selama ini berupaya mandiri dengan mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi. Potensi tersebut perlu diperkuat melalui kebijakan yang tepat sehingga pesantren tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penggerak ekonomi masyarakat.

Ia mengatakan perhatian terhadap pesantren juga sejalan dengan semangat Pancasila. Negara, menurut dia, perlu memastikan pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan sumber daya manusia dan kehidupan sosial masyarakat.

Di sisi lain, Sidkon mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpecah oleh perbedaan. Perkembangan media sosial membuat informasi begitu cepat beredar sehingga masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi.

“Beda pilihan itu biasa. Beda pendapat juga bagian dari demokrasi. Yang penting jangan sampai perbedaan membuat kita kehilangan persaudaraan,” katanya.

Sidkon berharap peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak berhenti pada seremoni. Momentum tersebut, kata dia, harus menjadi pengingat untuk kembali menghidupkan nilai gotong royong, kepedulian dan persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila akan kuat kalau masyarakatnya juga mau menjaga kebersamaan. Mulai dari lingkungan keluarga, kampung, sekolah, pesantren sampai kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Berita Lainnya

Rekomendasi