REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober menjadi momentum untuk kembali mengingat pentingnya persatuan di tengah masyarakat. Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Iwan Koswara mengatakan nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar menjadi hafalan atau slogan.
Menurut Iwan, Pancasila memiliki posisi penting sebagai pijakan bersama masyarakat Indonesia yang memiliki latar belakang, pandangan dan pilihan yang beragam. Perbedaan tersebut, kata dia, semestinya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh.
“Pancasila itu bukan hanya untuk diucapkan, tetapi harus terasa dalam kehidupan kita. Bagaimana kita menghargai orang lain, bergotong royong dan menyelesaikan persoalan bersama,” kata Iwan, Kamis (1/10/26).
Ia menilai semangat tersebut semakin penting di tengah perkembangan media sosial. Masyarakat kini begitu mudah menyampaikan pendapat sekaligus menerima berbagai informasi dari banyak sumber.
Kondisi itu, menurut Iwan, perlu diimbangi dengan sikap saling menghormati. Perbedaan pendapat sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai pertentangan.
“Jangan karena berbeda pandangan kemudian kita menganggap orang lain sebagai lawan. Demokrasi memang memberi ruang untuk berbeda, tetapi persatuan tetap harus menjadi pegangan,” ujarnya.
Iwan juga mengingatkan bahwa pengamalan Pancasila dapat dimulai dari lingkungan terdekat. Menurut dia, keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat memiliki peran dalam membentuk kebiasaan untuk menghargai sesama dan peduli terhadap kepentingan bersama.
Ia berharap Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya diperingati melalui kegiatan seremonial. Momentum tersebut perlu menjadi kesempatan untuk melihat kembali sejauh mana nilai-nilai Pancasila sudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat.
“Yang paling penting bukan seberapa sering kita mengucapkan Pancasila, tetapi seberapa jauh kita menjalankan nilai-nilainya,” kata Iwan.
Sebagai bagian dari masyarakat Jawa Barat, ia mengajak warga menjaga suasana yang kondusif dan tidak mudah terpengaruh oleh isu yang dapat memecah persatuan. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bangsa yang harus dikelola dengan sikap dewasa.
“Kalau kita bisa saling menghargai dan mau bekerja sama, sebenarnya di situlah Pancasila hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.