Jumat 09 Oct 2026 21:45 WIB

243 Kebakaran Lahan Terjadi di Cirebon, Warga Diminta Terus Waspada

Suhu panas masih berlangsung sehingga mudah memicu terjadinya kebakaran.

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Karta Raharja Ucu
Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Cirebon. Penyebabnya, harnya gara-gara puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Foto: Lilis Sri Handayani/ Republika
Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Cirebon. Penyebabnya, harnya gara-gara puntung rokok yang dibuang sembarangan.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Kebakaran lahan terus terjadi secara berulang di Kabupaten Cirebon dan mencapai puncaknya pada September ini. Warga pun diminta tetap waspada mengingat suhu panas masih berlangsung sehingga mudah memicu terjadinya kebakaran.

Berdasarkan data dari Bidang Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, sepanjang Januari - September 2026, tercatat ada 243 kejadian kebakaran lahan/sampah/alang-alang yang terjadi di Kabupaten Cirebon. Dari jumlah itu, kejadian terbanyak terjadi sepanjang September yang mencapai 111 kejadian.

Baca Juga

“Jumlah kejadian kebakaran lahan/sampah/alang-alang pada September meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan Agustus yang hanya 63 kejadian,” ujar Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana DPKP Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, Kamis (8/10/2026).

Tak hanya Agustus dan September, kejadian kebakaran lahan/sampah/alang-alang hampir terjadi setiap bulan meski dengan jumlah yang sedikit. Seperti pada Januari, tercatat ada satu kejadian.

Selain itu, pada Maret ada empat kejadian kebakaran lahan/sampah/alang-alang setelah bulan sebelumnya (Februari) nihil kejadian. Selanjutnya pada April tercatat ada tiga kejadian, Mei nihil dan Juni terjadi tujuh kejadian kebakaran lahan.

“Barulah mulai Juli kebakaran lahan, sampah dan alang-alang mulai meningkat menjadi 54 kejadian. Setelah itu, Agustus 63 kejadian dan September 111 kejadian,” terang Eno.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, pada Oktober masih berlangsung musim kemarau. Selanjutnya, pada November mulai memasuki pancaroba (peralihan) dari kemarau ke musim hujan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran, di antaranya dengan tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan,” tukas Eno. 

Berita Lainnya

Rekomendasi