Rabu 10 Feb 2021 22:39 WIB

KNKT Belum Bisa Simpulkan Penyebab Sriwijaya Air Jatuh

KNKT masih terus mencari CVR kotak hitam di titik jatuhnya Sriwiaya Air

Kotak penyimpanan memori dari perekam suara kokpit atau Cockpit Voice Recorder (CVR) yang sudah ditemukan.
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Kotak penyimpanan memori dari perekam suara kokpit atau Cockpit Voice Recorder (CVR) yang sudah ditemukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan kesimpulan secara ilmiah penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Sebab, kotak hitam Cockpit Voice Recorder (CVR) belum ditemukan.

                               

"Ini kondisi yang menyedihkan bagi kami. Kami tidak bisa memberikan suatu hasil atau kesimpulan yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," kata Soerjanto dalam konferensi pers laporan awal (preliminary report) investigasi SJ 182 di Jakarta, Rabu (10/2).

                               

Namun, Soerjanto bersikeras akan melanjutkan pencarian CVR hingga benda yang menjadi kunci dalam proses investigasi itu ditemukan. CVR, kata dia, harus ditemukan. "Sepanjang masih sanggup dibantu Kemenhub dari Basarnas, saling gotong-royong akan terus mencari hingga ketemu," katanya.

                               

Menurut dia, pihaknya masih mencari CVR dengan cara menual semenjak operasi SAR dihentikan pada 21 Januari 2021. Namun, kendala saat ini adalah cuaca buruk yang telah menyulitkan pencarian.

                               

"Kita menyiapkan alat untuk menyingkirkan lumpur yang menutupi CVR dan puing-puing pesawat yang masih ada. Cuaca ini sangat krusial, mudah-mudahan setelah sepekan cuaca akan membaik dan kami menemukan CVR," katanya.

                               

Dalam kesempatan sama, Kepala Sub Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT, Nurcahyo Utomo mengatakan, upaya pencarian di antaranya dengan membuat garis di bawah laut dan mengkotak-kotakannya sebesar 5x5 meter agar lebih mudah dalam pencarian. "Sudah membuat garis di bawah laut tentang lokasi-lokasi ini, dibuat kotak-kotak 5x5 meter, jadi penyelam akan mencari kotak 1, kemudian ke kotak 2, sampai selesai" katanya.

                               

Nurcahyo menduga lokasi CVR tidak jauh dari ditemukannya Flight Data Recorder(FDR) dan cashing atau electronic module CVR. "Lokasi yang kita prediksi dimensi 25x25 meter, dugaan berada di bawah lumpur" ujarnya.

                               

Nurcahyo berharap CVR dapat segera ditemukan karena perannya sangat signifikan terhadap proses investigasi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

                               

"Mudah-mudahan tidak lama menemukan CVR ini. Kalau ditemukan pengaruhnya signifikan karena kami tidak memiliki data apa diskusi pilot bagaimana komunikasi keduanya apa yang terjadi di kokpit. Kita enggak begitu tahu karena enggak ada CVR," ujarnya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement