Ahad 28 Feb 2021 22:25 WIB

Satgas Covid-19: PPKM Mikro Turunkan Penambahan Kasus

Meski menurun, angka penambahan kasus masih terbilang tinggi.

Petugas gabungan membagikan masker saat sosialisasi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Petugas gabungan membagikan masker saat sosialisasi perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, Alexander K Ginting mengatakan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro mampu menurunkan jumlah penambahan kasus terinfeksi virus SARS-CoV-2. Menurut dia, meski melandai, tetapi angka positif harian masih termasuk tinggi sehingga penerapan protokol, pengetesan, pelacakan, dan perawatan tetap harus dilakukan di tengah masyarakat.

"Menjadi masalah sekarang adalah angka positif harian masih tinggi di masyarakat. Untuk itu, 3T (testing, tracing, treatment) ini benar-benar perlu diimplementasikan di desa dan kelurahan," kata dia.

Menurut dia, tingginya jumlah terinfeksi itu juga seiring dengan angka kesakitan dan kematian. Meski kurva pertambahan harian dapat dikendalikan dan ditekan, tetapi jumlahnya tinggi. Dikutip dari laman https://covid19.go.id/peta-sebaran, terlihat grafik pertambahan orang terinfeksi cenderung menurun seiring penerapan PPMK berskala mikro pada awal Februari 2021.

Sebelum penerapan PPKM tersebut secara nasional angka orang terinfeksi harian bahkan nyaris mencapai 15 ribu. Salah satu sebabnya, adanya mobilitas massa ketika liburan Natal dan Tahun Baru. Setelah adanya penerapan PPKM mikro, pertambahan kasus terinfeksi Covid-19 harian di bawah 10 ribu, tetapi masih di atas 6 ribu orang per hari secara nasional.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement