Senin 31 May 2021 14:41 WIB

Penumpang di Bandara Mengamuk Tes Negatif Ditulis Positif

Peristiwa penumpang mengamuk terjadi di Bandara Palembang pada Ahad (30/5).

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Petugas berjaga di area keberangkatan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Kota Palembang, Sumatra Selatan (ilustrasi).
Foto: Antara/Nova Wahyudi
Petugas berjaga di area keberangkatan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Kota Palembang, Sumatra Selatan (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Seorang calon penumpang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II, Kota Palembang, berinisial HYF mengamuk. Hal itu karena petugas Farmalab keliru memberikan hasil tes antigen Covid-19.

EGM Bandara SMB II Palembang KRAT Tommy Ariesdianto, membenarkan peristiwa viral di media sosial tersebut, yang terjadi pada Ahad (30/5). Pihaknya telah mengonfirmasi Farmalab, dan benar HYF melakukan pemeriksaan antigen di Sky Bridge LRT Bandara.

"Dari hasil konfirmasi bahwa terdapat kesalahan penginputan hasil antigen oleh petugas Farmalab. Pada saat itu terdapat sistem jaringan yang tidak stabil, pihak manajemen Farmalab juga sudah menghubungi HYF untuk meminta maaf atas kejadian tersebut," ujar Tommy di Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan, Senin (31/5).

Insiden tersebut bermula saat HYF tergesa-gesa untuk tes antigen di Farmalab Sky Bridge LRT. Dampaknya, petugas ikut panik karena HYF buru-buru meminta petugas menyerahkan hasil tes. Selanjutnya, petugas menyerahkan hasil tes antigen berupa surat keterangan dengan hasil positif Covid-19.

 

HYF yang merasa tidak terima, lalu melakukan tes antigen di lokasi lain dan hasilnya negatif. Tak lama kemudian, HYF kembali lagi ke Farmalab Bandara SMB II dengan membawa hasil tes antigen negatif tersebut. HFY pun memarahi petugas, bahkan membanting alat ukur antigen di hadapan petugas.

Petugas Farmalab memeriksa ulang hasil tes dan mengakui terdapat kesalahan input serta mengkonfirmasi ulang jika hasil tes HYF negatif Covid-19. Tommy Ariesdianto menyebut, HYF telah memaafkan kesalahan human error petugas Farmalab tersebut.

"Saat ini petugas Farmalab itu dinonaktifkan untuk kepentingan investigasi dan evaluasi atas pelayanan Farmalab," kata Tommy.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement