Selasa 15 Jun 2021 19:36 WIB

Kasus Covid Melonjak, Bupati Bogor Minta Warganya Waspada

Kasus Covid-19 melonjak dari sekitar 50-an kasus menjadi 90-an kasus per hari.

Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Bupati Bogor, Ade Munawaroh Yasin.

REPUBLIKA.CO.ID, CIBINONG -- Bupati Bogor Ade Yasin meminta masyarakat lebih waspada karena angka penularan kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali melonjak dari sekitar 50-an kasus menjadi 90-an kasus per hari. Ade Yasin menduga, lonjakan angka penularan Covid-19 di wilayahnya merupakan akibat libur panjang saat perayaan Idul Fitri 1442 H.

"Kami imbau masyarakat agar lebih waspada dan lebih menerapkan protokol kesehatan," ungkapnya di Cibinong, Bogor, Selasa (15/6).

Baca Juga

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor itu mencatat angka penularan Covid-19 di wilayahnya kembali melonjak pada 10 Juni 2021 yakni sebanyak 95 kasus. Lonjakan terjadi setelah angkanya mulai landai sekitar 50 kasus hingga 60 kasus per hari.

Seperti pada Senin (14/6) malam, kasus penularan harian di Kabupaten Bogor tercatat sebanyak 95 kasus baru. Selama pandemi, terdapat 18.836 kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, dengan rincian 604 kasus berstatus aktif, 110 kasus meninggal dunia, dan 18.116 kasus sembuh.

 

"Tadinya sempat melandai di angka sekitar 50-an per harinya, tapi sekarang sudah mulai naik lagi ke angka 90-an. Tingkat okupansi hunian di rumah sakit juga mulai naik, tadinya sebelum lebaran di angka 20 persen ke bawah sekarang hampir 50 persen," kata Ade Yasin.

Ia mengaku akan lebih ketat melakukan penilaian terhadap kinerja Satgas Penanganam Covid-19 di tingkat wilayah, agar lebih optimal melakukan penanganan. "Seperti petugas di tingkat desa atau kelurahan, RT dan RW. Mana yang pelaporannya lebih cepat, update pelaporannya baik, penanganannya baik, supaya ada semangat dari petugas, bahwa mereka dihargai kerja kerasnya oleh pemerintah," tuturnya.

 

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement