Rabu 18 Aug 2021 13:49 WIB

Kasus Covid-19 di Garut Diklaim Terus Menurun

Masih ada sejumlah kontak erat pasien Covid-19 yang menolak dites.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Muhammad Fakhruddin
Kasus Covid-19 di Garut Diklaim Terus Menurun (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Kasus Covid-19 di Garut Diklaim Terus Menurun (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,GARUT -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Garut mengklaim kasus Covid-19 makin terkendali usai diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Berdasarkan data per Selasa (17/8), jumlah pasein Covid-19 yang masih aktif di daerah itu tercatat ada 410 orang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan, kasus Covid-19 di daerahnya terus menurun. Turunnya kasus Covid-19 bukan semata karena pengetesan yang turun, melainkan juga karena dari pengetesan yang dilakukan hanya sedikit yang hasilnya positif."Tracing terus kita lakukan. Tapi saat dites, banyak yang negatif," kata dia saat dihubungi Republika, Rabu (18/8).

Ia mencontohkan, dalam benerapa hari ke belakang, petugas survailans dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut melakukan penelusuran kontak erat dari satu pasien Covid-19 di wilayah Kecamatan Banyuresmi. Dari hasil penelusuran itu, ditemukan terdapat 15 kontak erat. Namun, setelah dilakukan pengetesan, seluruh kontak erat itu negatif Covid-19.

Menurut Leli, turunnya kasus Covid-19 ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Garut, tapi juga merata di berbagai daerah lain. Artinya, ada dampak positif dari penerapak PPKM.

 

Ia mengakui, masih ada sejumlah kontak erat pasien Covid-19 yang menolak dites. Namun, secara umum turunnya kasus Covid-19 memang karena tak ada kasus.

"Positivity rate kita juga sudah cenderung turun. Sekarang di kisaran 25 persen," kata dia.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Garut hingga kemarin, total kasus Covid-19 di daerah itu berjumlah 24.090 kasus, bertambah 51 kasus dari sehari sebelumnya. Dari total kasus itu, sebanyak 313 orang masih menjalani isolasi mandiri, 97 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 22.535 orang sembuh, dan 1.145 orang meninggal dunia.

Sementara keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) untuk pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit berada di angka 13,62 persen. Dari total 734 unit tempat tidur yang tersedia, terdapat 100 unit yang digunakan untuk merawat pasien Covid-19.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement