REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf menilai pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di madrasah perlu dicoba secara bertahap. Namun, dia mengingatkan, pelaksanaannya harus tetap dengan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan madrasah.
"Saya kira bisa dicoba. Namun, pelaksanaannya tetap secara bertahap dan juga protokol kesehatan yang ketat," kata dia saat dimintai tanggapan, Rabu (25/8).
Menurut Bukhori, madrasah telah memiliki kesiapan untuk membuka kembali pembelajaran secara tatap muka. Kendati demikian, dia mengatakan, kesiapan tersebut harus dipastikan meliputi vaksinasi kepada guru, murid dan tenaga kependidikan lainnya.
Selain itu, Bukhori menambahkan, pemerintah melalui Kementerian Agama harus mempersiapkan berbagai hal hingga skenario jika situasi terburuk mungkin terjadi. Salah satu penanganan yang bisa dilakukan, yakni menyediakan tempat isolasi jika kemudian ada yang terpapar Covid-19.
"Kementerian Agama perlu memfasilitasi vaksinasi dan protokol kesehatan lainnya serta memberikan pengarahan. Termasuk juga menyiapkan antisipasi ketika terjadi keterpaparan baik dari sisi ruangan isolasi maupun penanganannya," kata dia.
Madrasah di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1, 2 dan 3 sudah boleh melaksanakan PTM tapi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (prokes) dan aturan yang berlaku. Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan agar madrasah tetap menjaga prokes ketat saat PTM.
Kepala Sub Direktorat Kurikulum dan Evaluasi pada Direktur KSKK Madrasah Kemenag, Ahmad Hidayatullah, mengatakan, madrasah sudah melakukan persiapan-persiapan untuk melakukan PTM sejak beberapa pekan yang lalu. Ada juga madrasah yang sudah melakukan uji coba melakukan PTM.