Rabu 25 Aug 2021 19:28 WIB

Polisi Ringkus Warga Afghanistan Kasus Ganja di Puncak Bogor

Imigran AA yang tinggal di Cisarua mengaku, telah dua tahun mengonsumsi narkoba.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Kapolres Bogor, AKBP Harun di Markas Polres Bogor, Selasa (13/4).
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Kapolres Bogor, AKBP Harun di Markas Polres Bogor, Selasa (13/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor menangkap warga negara Afghanistan berinisial AA (30 tahun), atas kepemilikan narkotika jenis ganja di Kawasan Puncak, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. AA berstatus imigran yang tinggal di kawasan Puncak.

"Dia sudah lima tahun di Indonesia. Tepatnya tinggal di Kampung Ciburial, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Dia kita tangkap di parkiran Masjid Amaliyah Ciawi," ungkap Kapolres Bogor, AKBP Harun saat konferensi pers kasus narkotika di Mapolres Bogor, Kecamatan Cibinong, Rabu (25/8).

Menurut dia, imigran asal Afghanistan itu ditangkap dengan barang bukti 14,81 gram ganja pada akhir Juli 2021. Kepada polisi, AA mengaku telah mengonsumsi ganja sekitar dua tahun.

Harun menyebutkan, AA memperoleh ganja tersebut dari seseorang berinisial WH, asal Banten yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). Selain AA, Polres Bogor juga menangkap empat pegawai yayasan rehabilitasi narkoba dan orang dengan gangguan jiwa di Kecamatan Cisarua, dengan barang bukti 1,97 gram sabu.

Keempatnya berinisial RL, BR, BA dan RF. Mereka ditangkap di Rest Area KM 39 Jalan Tol Jagorawi. "Mereka bekerja di yayasan rehabilitasi narkoba di Cisarua. Dari pengakuannya, mereka mendapatkansabu itu dari rekannya sesama pegawai yayasan yang sudah lari ke Medan dan sedang dalam pengejaran," terang Harun.

Seluruh tersangka, termasuk warga negara Afghanistan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 UU 35 2009 dengan ancaman pidana lima tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

"Untuk WNA hukumannya tetap sama. Hukum di negara kita siapa pun yang lakukan, kita tindak pidana di Indonesia. Tetap hukum Indonesia tapi kita akan koordinasi dengan negara di sana," tutur Harun.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement