Rabu 08 Sep 2021 17:29 WIB

Kasus Covid-19 Terkendali, PTM Tetap Harus Disiplin Prokes

Ema menyebut vaksinasi di Kota Bandung sudah mencapai 68 persen.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Bilal Ramadhan
Sekda Kota Bandung Ema Sumarna
Foto: Edi Yusuf/Republika
Sekda Kota Bandung Ema Sumarna

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengklaim penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bandung terkendali berdasarkan keterisian tempat tidur bagi pasien Covid-19 dan positivity rate. Angka konfirmasi aktif di Kota Bandung saat ini pun menurun.

"Satu sisi Covid di Kota Bandung sedang sangat sangat bagus, BOR (bed occupancy rate) di bawah 20, positivity rate juga 1,91, nanti saya sampaikan juga di ratas artinya sangat terkendali," kata Sekretaris Daerah Kota Bandung sekaligus Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Bandung, Ema Sumarna saat meninjau pelaksanaan PTM di SMP PGII Kota Bandung, Rabu (8/9).

Ia melanjutkan, konfirmasi aktif mengalami penurunan. Meski terjadi penurunan kasus Covid-19 namun kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dimulai hari ini, Rabu (8/9) tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Kasus aktif juga terjadi penurunan nah ini sangat membahagiakan makanya momentum ini (PTM) jangan disia-siakan, intinya disiplin prokes," katanya.

 

Ema menambahkan, pihaknya saat ini telah mendapatkan 600 ribu dosis vaksin untuk masyarakat berusia 12 sampai 17 tahun. Pihaknya akan mendorong vaksinasi terhadap mereka dimulai sejak tanggal 13 mendatang.

"Kita mulai tanggal 13 ada vaksinasi masif masing-masing sekolah level SMP dan SMA, dan kita tahu SMA juga sangat agresif sangat progresif tinggal data saja nanti pak kadis mendapatkan data valid dari disdik provinsi," katanya.

Ema menyebut vaksinasi di Kota Bandung sudah mencapai 68 persen dan ditargetkan mencapai 70 persen pada September. Sedangkan akhir Desember diharapkan dapat selesai dosis kedua.

"Akhir September itu saya yakin melebihi target kita pasti di atas 70 persen. Oktober mendekati 100 persen. Desember dosis dua itu sudah selesai. Kalau Allah mudahkan, Allah kabulkan, saya bisa memperhitungkan February Maret 2022 herd immunity sudah lebih bagus di kota Bandung," katanya.

Ia menambahkan ketersediaan dosis vaksin di Dinas Kesehatan relatif aman. "Insyaallah, selama ini DKK (Dinas Kesehatan Kota) tidak pernah menyampaikan bahwa kita sedang terjadi kelangkaan atau terjadi tidak sedia vaksin, alhamdulilah, masih bagus," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement