Jumat 10 Sep 2021 15:50 WIB

Covid-19 di Tasikmalaya Melandai, Pengaruh Percepatan Vaksin

Sudah lebih dari 30 persen warga Kota Tasikmalaya menjalani vaksinasi dosis pertama.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Muhammad Fakhruddin
Masyarakat melakukan vaksinasi di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Senin (6/9).
Foto: Istimewa
Masyarakat melakukan vaksinasi di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Senin (6/9).

REPUBLIKA.CO.ID,TASIKMALAYA -- Kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya terus mengalami penurunan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya per Jumat (10/9), total kasus positif Covid-19 yang masih aktif berjumlah 93 orang. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra mengatakan, kasus Covid-19 sudah jauh berkurang dibandingkan periode sebelum PPKM diberlakukan. Ia mencontohkan, per hari ini hanya terdapat penambahan enam kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Ia menambahkan, positivity rate kasus Covid-19 di Kota Tasikmalaya juga sudah berada di bawah 10 persen. "Sudah menurun jauh dari periode sebelumnya. Mudah-mudahan kasus terus menurun, dan kita bisa PPKM Level 2," kata dia, Jumat.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya terkini, total kasus Covid-19 di daerah itu berjumlah 14.548 kasus. Sebanyak 13.922 orang telah sembuh, 93 orang masih menjalani isolasi, dan 534 orang meninggal dunia.

Asep menilai, turunnya kasus Covid-19 merupakan pengaruh dari masifnya program vaksinasi dilakukan. Sebab, pihaknya terus melakukan upaya percepatan vaksinasi kepada masyarakat.

Ia menyebut, saat ini sudah lebih dari 30 persen warga Kota Tasikmalaya menjalani vaksinasi dosis pertama. Dari total sasaran 560.243 orang, sebanyak 178.928 orang atau 31,58 presen sudah menjalani vaksinasi dosis pertama. Sementara untuk vaksinasi dosis kedua sudah dilakukan kepada 103.955 orang atau 18,73 persen.

Asep menambahkan, distribusi vaksin dari pemerintah pusat juga sudah berjalan baik. Saat ini, tak ada ada lagi kendala terkait distribusi vaksin. 

"Kalau ini konsisten, saya yakin kita bisa melewati pandemi dengan cepat," ujar dia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement