Jumat 08 Oct 2021 19:30 WIB

Tim Puslabfor Temukan Gas Berbahaya di Gorong-Gorong

Gas beracun itu diketahui bercampur dengan air yang ada di dalam gorong-gorong.

Rep: Eva Rianti/ Red: Bilal Ramadhan
Warga melihat tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya lima orang pekerja jaringan pipa milik PT Telkom di Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (7/9/2021). Sebanyak lima orang pekerja PT Telkom meninggal dunia saat melakukan perawatan dan perbaikan kabel bawah tanah yang diduga disebabkan menghirup gas beracun dari dalam gorong-gorong.
Foto: Antara/Dimas
Warga melihat tempat kejadian perkara (TKP) tewasnya lima orang pekerja jaringan pipa milik PT Telkom di Cipondoh, Tangerang, Banten, Kamis (7/9/2021). Sebanyak lima orang pekerja PT Telkom meninggal dunia saat melakukan perawatan dan perbaikan kabel bawah tanah yang diduga disebabkan menghirup gas beracun dari dalam gorong-gorong.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG – Tim pusat laboratorium forensik (puslabfor) Mabes Polri melakukan pemeriksaan ke lokasi gorong-gorong di kawasan Taman Royal, Jalan Permata Raya, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (8/10).

Hasil sementara dari pemeriksaan menunjukkan ditemukannya gas berbahaya dari dalam gorong-gorong yang menjadi lokasi tewasnya lima orang pada Kamis (7/10).

“Kami bersama tim Puslabfor ke TKP memeriksa TKP, dan sementara hasil yang ditemukan adalah ditemukan gas yang berbahaya,” kata Kasubbid Toksikologi Lingkungan Puslabfor Mabes Polri Kompol Faizal Rachmad kepada wartawan di Kota Tangerang, Jumat.

Dari hasil temuan sementara itu, Faizal menyebut gas tersebut dinilai memang berbahaya bagi manusia. Gas itu diketahui bercampur dengan air yang ada di dalam gorong-gorong. Namun, dia belum bisa memastikan jenis gas yang dimaksud.

 

“Jenis gasnya belum tahu, kami nanti periksa di laboratorium. Iya membahayakan manusia,” tuturnya.

Faizal menerangkan, tim Puslabfor mengambil sampel air dan udara untuk melakukan pendeteksian. Sejumlah alat digunakan untuk memeriksa adanya kandungan gas tertentu di dalam gorong-gorong tersebut.

“(Alat yang dibawa untuk pengecekan) alat drager untuk mendeteksi gas yang kami ambil adalah sampel air dan sampel udaranya,” terangnya.

Faizal menyebut pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut mengenai temuan sementara adanya gas berbahaya di lokasi insiden yang menewaskan tiga pekerja serta dua warga yang hendak menolong tersebut.

“Mengenai konsentrasi dan jenis gasnya kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium di Puslabfor, tepatnya di Subbid Toksikologi Lingkungan,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, insiden tewasnya lima orang di gorong-gorong yang berada di kawasan Cipondoh terjadi pada Kamis (7/10) siang. Diduga, para korban meninggal dunia lantaran kehabisan oksigen akibat keracunan gas di dalam gorong-gorong.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement