Kamis 04 Nov 2021 15:02 WIB

Jabar Siapkan Anggaran Rp 500 Miliar Antisipasi Bencana

Wagub Jabar meminta elemen relawan masyarakat diperkuat, termasuk relawan dari ormas.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bilal Ramadhan
Relawan aksi cepat tanggap melakukan simulasi pertolongan terhadap korban pada pelatihan materi mitigasi bencana di Kancra Kayaking Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (23/10/2021). Pelatihan yang diikuti dari gerakan relawan bencana di Ciamis untuk mengantisipasi dan mengurangi resiko bila terjadi bencana serta kesiapsiagaan saat melakukan pertolongan terhadap korban.
Foto: ANTARA/Adeng Bustomi
Relawan aksi cepat tanggap melakukan simulasi pertolongan terhadap korban pada pelatihan materi mitigasi bencana di Kancra Kayaking Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (23/10/2021). Pelatihan yang diikuti dari gerakan relawan bencana di Ciamis untuk mengantisipasi dan mengurangi resiko bila terjadi bencana serta kesiapsiagaan saat melakukan pertolongan terhadap korban.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Berbagai peristiwa bencana mulai terjadi di Jabar akibat cuaca ekstrem yang terjadi Jawa Barat. Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Pemprov Jabar, telah menyiapkan Rp 500 miliar dari biaya tak terduga (BTT) untuk menghadapi musim bencana 2021.

"Saya minta masyarakat waspada ya, memang musim hujan sekarang besar dan lama. Ekstrem, saya juga heran. Tapi sedia payung sebelum hujan," ujar Uu.

Baca Juga

Uu mengatakan, ia juga minta kepada bupati dan walikota untuk menganggarkan dana BTT, yang memang sesuai situasi dan kondisi alias rasional. "Sekali pun dalam Covid-19 bukan menantang, tapi kan dibutuhkan sekali saat ada bencana," katanya.

"Pemprov Jabar mempersiapkan sekitar Rp 500 miliar, sesuai arahan pemerintah pusat yang bisa dikeluarkan bila ada permohonan dari kabupaten/kota," imbuh Uu.

 

Selain itu, Uu juga meminta agar elemen relawan masyarakat diperkuat. Termasuk juga relawan kebencanaan dari ormas, seperti Muhammadiyah atau NU. Sehingga, kata dia, kalau ada bencana terjadi tidak hanya melulu menunggu pemerintah, tapi masyarakat yang ada bisa melakukan kegiatan tersebut.

"Mereka juga melakukan keahlian seperti tagana dan lain-lain," katanya.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung membuat prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) untuk dampak banjir/banjir bandang di Bandung Raya. Peta potensi bencana ini berlaku tanggal 3-4 November 2021.

BMKG Bandung mengimbau agar warga Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Rancabali untuk bersiaga terkait potensi banjir/banjir bandang hari ini. Begitu pun dengan wilayah di Kabupaten Bandung Barat, termasuk di dalamnya Kecamatan Rongga, Cihampelas, Cililin, Waduk, Cipongkor, Sindangkerta, Gununghalu, Cipatat, Saguling, Batujajar, Padalarang, Cipeundeuy berstatus WASPADA dengan potensi banjir/banjir bandang.

BMKG Bandung merilis pada 4 November 2021, ada potensi dampak dengan status SIAGA  yang meliputi Rancabali dan Pasirjambu (Bandung) dan Gununghalu (Bandung Barat). Sedangkan daerah dengan status WASPADA potensi banjir/banjir bandang yakni Sindangkerta (Bandung Barat), kemudian Ciwidey, Pangalengan, Kertasari (Bandung).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement