Jumat 05 Nov 2021 18:05 WIB

Longsor di Talegong Garut, Belasan Warga Mengungsi

Terdapat dua titik bencana longsor yang mengakibatkan belasan warga mengungsi.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Mas Alamil Huda
Aparat Kecamatan Talegong dan warga bahu membahu membersihkan salah satu ruas jalan yang tertimbun material longsor, di Kampung Ciwaru, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Jumat (5/10).
Foto: Dok. Kecamatan Talegong
Aparat Kecamatan Talegong dan warga bahu membahu membersihkan salah satu ruas jalan yang tertimbun material longsor, di Kampung Ciwaru, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Jumat (5/10).

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, Kamis (4/11). Setidaknya, terdapat dua titik bencana longsor yang mengakibatkan belasan warga mengungsi dan jalan kabupaten terputus.

Camat Talegong, Frederico Fernandes, mengatakan, bencana tanah longsor terjadi di Kampung Sawah Lega, Desa Sukamaju, dan Kampung Ciwaru, Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong. Di Kampung Sawah Lega, material longsor menimpa ladang sawah dan mengancam rumah warga.

Baca Juga

"Di Kampung Sawah Lega, tanah longsor sepanjang 250 meter dan lebar 10 meter merusak hamparan sawah warga seluas 2.500 meter," kata dia, Jumat (5/11).

Selain itu, tanah longsor itu juga mengancam empat rumah warga yang berisi total 11 orang warga. Sebelas orang itu, yang di antaranya adalah satu orang ibu hamil, empat orang lansia, dan satu orang anak sekolah, untuk sementara diungsikan ke rumah saudaranya yang aman.

 

Ia menambahkan, pihak Kecamatan Talegong bersama warga sekitar juga telah membuat saluran air guna menekan dampak dari bencana longsor. Sebab, wilayah itu masih berpotensi longsor susulan.

"Kita sambil memantau juga, kalau hujan deras, warga di kampung itu akan dievakuasi ke tempat aman semua," kata dia.

Sementara di Kampung Ciwaru, tebing di sisi jalan mengalami longsor dan menutup akses jalan kabupaten sepanjang sekitar 20 meter. Akibatnya, kendaran roda empat maupun roda dua tak bisa melintasi jalan itu.

Menurut Frederico, warga sekitar telah berupaya melakukan pembersihan material longsor yang menutup jalan secara manual sejak Jumat pagi. Menurut dia, akses jalan kini sudah biasa dilewati kembali, meski masih riskan. Sebab, masih ada potensi terjadi longsor susulan.

"Mau tak mau memang dibersihkan seadanya. Karena kalau menunggu alat berat akan lama, sementara akses jalan itu dilalui oleh warga di lima desa. Tidak ada jalur alternatif lain," ujar dia.

Frederico mengimbau masyarakat tetap waspada menghadapi bencana, terutama tanah longsor. Sebab, wilayah Kecamatan Talogong memiliki potensi bencana tanah longsor yang cukup tinggi.

"Kita juga sudah membentuk satgas penanggulangan bencana di tiap desa untuk sealu melalukan sosialisasi dan mengingatkan warga," kata dia.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement