Ahad 06 Mar 2022 12:11 WIB

Warga di Bandung Antre di Supermarket yang Masih Tutup Demi Minyak Goreng

Mereka harus kecewa sebab tidak terdapat minyak goreng yang dijual di tempat tersebut

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Muhammad Fakhruddin
Puluhan warga sedang menunggu salah satu supermarket di Kabupaten Bandung yang masih tutup, Ahad (6/3/2022) pagi. Mereka sengaja datang sebelum supermarket buka agar bisa membeli minyak goreng.
Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Puluhan warga sedang menunggu salah satu supermarket di Kabupaten Bandung yang masih tutup, Ahad (6/3/2022) pagi. Mereka sengaja datang sebelum supermarket buka agar bisa membeli minyak goreng.

REPUBLIKA.CO.ID,BANDUNG -- Puluhan warga di Kabupaten Bandung rela mengantre di salah satu supermarket yang masih tutup di Jalan Kopo, Kecamatan Margahayu, Ahad (6/3/2022) pagi. Mereka berbondong-bondong hendak membeli minyak goreng.

Pantauan di lapangan sekitar pukul 09.50 Wib, para warga mengantre dan mayoritas didominasi oleh ibu-ibu. Antrean tersebut akhirnya menimbulkan kerumunan dan tidak mengabaikan jaga jarak.

Baca Juga

Sekitar pukul 10.10 Wib, rolling door supermarket dibuka oleh petugas keamanan. Warga pun langsung memasuki area supermarket namun mereka harus kecewa sebab tidak terdapat minyak goreng yang dijual di tempat tersebut.

Salah seorang warga Kikit (22) mengaku ikut mengantre sebelum supermarket buka dengan harapan bisa memperoleh minyak goreng yang dijual harga Rp 14 ribu per liter. Namun ia mengaku kecewa sebab saat di area supermarket minyak goreng yang dicari tidak ada.

 

"Gak ada (minyak gorengnya)," ujarnya saat ditemui di supermarket, Ahad (6/3/2022). Ia mengaku sengaja mencari minyak goreng di supermarket sebab harganya yang lebih murah dibandingkan membeli di warung-warung.

Sebelumnya, Kikit mengaku sudah mencari minyak goreng di supermarket lainnya yang berada di wilayah Margahayu, Kabupaten Bandung. Namun dari beberapa titik minyak goreng yang dicari tidak ada.

Bahkan ia pun sempat mencari minyak goreng ke minimarket-minimarket namun sudah tidak ada dijual. Ia pun mengecek melalui aplikasi supermarket yang didatangi terkait ketersediaan minyak goreng dan disebutkan ada.

Namun akhirnya tidak terdapat minyak goreng yang dijual. Kikit mengaku akhirnya akan membeli minyak goreng di warung-warung meski dengan harga relatif tinggi.

Salah seorang warga lainnya, Tini menyampaikan hal serupa bahwa sengaja datang lebih awal ke supermarket agar dapat membeli minyak goreng. Namun saat mencari di area supermarket tidak ada minyak goreng yang dijual.

"Iya gak ada," katanya. Salah seorang petugas keamanan di supermarket tersebut Bagus mengaku pengiriman barang minyak goreng pada hari Minggu tidak ada. Sehingga tidak ada minyak goreng yang dijual. "Iya gak ada pengiriman," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement