Senin 09 May 2022 13:13 WIB

Hari Pertama Kerja, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Belum Normal

Dari biasanya 15 ribu penumpang, kini hanya 9.800 orang naik KRL dari Stasiun Bogor.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Erik Purnama Putra
Sejumlah calon penumpang bersiap menaiki KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (9/5/2022).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah calon penumpang bersiap menaiki KRL Commuter Line di Stasiun Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (9/5/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pada hari pertama kerja pascamasa libur Lebaran, penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bogor terpantau belum normal. Dari catatan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) pada Senin (9/5/2022), jumlah penumpang di jam sibuk belum mencapai 10 ribu orang.

VP Corporate Secretary PT KCI, Anne Purba memaparkan, hingga sekitar pukul 07.00 WIB, biasanya penumpang KRL di Stasiun Bogor mencapai 15 ribu orang. Namun, pada hari ini hingga pada jam yang sama, hanya melayani 9.800 penumpang.

"Kita lihat sebenarnya masih libur sekolah. Dan aparatur sipil negara (ASN) masih diizinkan untuk work from home (WFH). Sehingga kami melakukan pengecekan untuk volume penumpang yang masuk ke Stasiun Bogor masih belum mencapai 10 ribu," kata Anne saat ditemui di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin.

Anne menyebutkan, pihaknya melihat masih ada penumpang musiman. Mereka adalah penumpang yang menggunakan KRL untuk pergi berlibur, dan sebagainya. Hal itu terlihat dari banyaknya penumpang yang membawa anggota keluarga, khususnya anak-anak. "Namun setelah (kasus Covid-19) landai seperti ini mereka sudah diperkenankan naik (KRL)," ujarnya.

 

Anne menyimpulkan, jumlah penumpang pascalibur Lebaran justru menurun. Diperkirakan, penyebab belum normalnya penumpang lantaran anak sekolah libur dan ASN masih diizinkan WFH. Diproyeksikan penumpang KRL kembali normal mulai awal pekan depan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement