Sabtu 02 Jul 2022 05:46 WIB

Kunjungi Taman Tjimanoek dan Taman Kehati, Ini Kata Wamen LHK 

Penataan dua RTH itu dilakukan oleh PT Polytama Propindo  

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto
Taman Sungai Tjimanoek dibangun dengan konsep natural modern, dengan memanfaatkan alur Sungai Cimanuk yang mengalir ke jantung Kota Indramayu.
Foto: Istimewa
Taman Sungai Tjimanoek dibangun dengan konsep natural modern, dengan memanfaatkan alur Sungai Cimanuk yang mengalir ke jantung Kota Indramayu.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Keberadaan Taman Tjimanoek dan Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) di Kabupaten Indramayu dinilai bisa menjadi contoh untuk dikembangkan di daerah lain. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong, saat berkunjung ke Taman Ekoriparian Tjimanoek dan Taman Kehati, di Kecamatan/Kabupaten Indramayu. 

"Model seperti ini bisa jadi contoh untuk terus kita kembangkan di daerah lain," ujar Alue. 

Selain melihat langsung Ekoriparian Sungai Tjimanoek dan Taman Kehati, Alue juga sekaligus melakukan peletakan batu pertama penataan Taman Tjimanoek. Alue mengaku, sangat tertarik dengan pemanfaatan lahan di wilayah kota yang dijadikan RTH, sekaligus sebagai tempat wisata kota di Indramayu. 

Selain sebagai lahan konservasi, penataan ruang terbuka hijau (RTH) Taman Kehati dan Taman Ekoriparian Tjimanoek, juga menjadi wisata kota andalan di pusat kota Indramayu. Kedua RTH itu, tidak saja sebagai paru-paru kota dan daerah resapan air, namun juga mempercantik wajah kota sehingga bisa menjadi lokasi wisata. 

 

"Konsepnya cukup komprehensif dan terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat. Dengan penataan yang estetis, akan menjadi nyaman untuk tempat kunjungan atau wisata. Ini akan memberi nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat," katanya. 

Alue pun menyampaikan, terima kasih kepada pemerintah daerah, perusahaan, peneliti dan semua pihak yang terlibat dalam terwujudnya Taman Tjimanoek dan Taman Kehati. Dia pun berpesan agar kedua taman tersebut selalu dijaga dan dipelihara. 

Seperti diketahui, penataan dua RTH itu dilakukan oleh PT Polytama Propindo, sebuah industri petrokimia yang lokasi pabriknya berada di Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Polytama menata dua lokasi yang kini menjadi eduwisata itu sebagai bentuk kepedulian terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan. 

"Ini merupakan bagian dari konsep Polytama untuk ikut berpartisipasi dan berkontribusi dalam memajukan daerah, serta peningkatan ekonomi masyarakat sekitar," tandas General Manager Corporate Secretary PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan, saat mendampingi kunjungan Alue Dohong. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement