Rabu 03 Aug 2022 15:11 WIB

Berada di Papan Bawah tak Jadi Alasan Persib untuk Down

Persib kehilangan target mereka yaitu menyapu bersih lima laga awal.

Rep: Hartifiany Praisra  / Red: Agus Yulianto
Pemain Persib, Marc Klok dan pelatih Persib, Robert Rene Alberts di Graha Persib.
Foto: Dok. Hartifiany Praisra
Pemain Persib, Marc Klok dan pelatih Persib, Robert Rene Alberts di Graha Persib.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Persib Bandung berada di posisi papan bawah usai hasil minor di dua laga perdana. Persib, saat ini, berada di posisi 16 klasemen sementara dengan raihan satu poin dari hasil imbang kontra Bhayangkara di pekan pertama Liga 1 2022/2023.

Persib pun menelan kekalahan di laga kedua kontra Madura United. Namun pelatih Persib, Robert Rene Alberts mengakui, posisi papan bawah dari dua pertandingan tidak akan mempengaruhi akhir musim nanti.

"Papan klasemen belum bisa disimpulkan jika tim baru memainkan dua laga. Klasemen liga baru dihitung saat sudah memainkan 506 pertandingan," kata Robert.

Pelatih asal Belanda ini mengakui, bahwa rentan dari papan atas dan papan bawah hanya enam poin saja. Artinya, dengan kompetisi yang masih panjang hasil akhir tidak bisa diprediksi oleh siapapun.

"Sekarang tim satu dan lainnya jaraknya masih tipis. Tapi, tentu tidak bagus karena kami kehilangan lima poin," kata Robert.

Persib kehilangan target mereka yaitu menyapu bersih lima laga awal. Dengan hasil satu seri dan satu kali kalah, itu membuat Persib kehilangan lima poin dari target pertama mereka.

Selain itu, Persib pun memiliki nilai negatif dari lini pertahanan mereka. Dimana dua pertandingan pertama ini Persib sudah kebobolan lima gol.

"Kami di musim lalu adalah tim dengan catatan terbaik di liga dan sekarang kami sudah kebobolan lima kali dari dua pertandingan dan itu menjadi perhatian kami," kata Robert.

Robert mengakui, terus mengevaluasi lini pertahanan mereka. Mantan pelatih PSM Makassar ini pun memberikan evaluasi bagi penampilan individu pemain.  

"Kami harus tahu kenapa kami bisa kebobolan begitu banyak dan kami analisa itu. Kami juga menganalisa performa individual dari pemain," kata Robert.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement