Sabtu 10 Sep 2022 03:42 WIB

BPBD Cianjur Imbau Warga Waspada Bencana karena Curah Hujan Masih Tinggi

Penanganan dilakukan bersama dengan aparat setempat dibantu relawan dan warga sekitar

BPBD Cianjur Imbau Warga Waspada Bencana karena Curah Hujan Masih Tinggi (ilustrasi).
Foto: Flickr
BPBD Cianjur Imbau Warga Waspada Bencana karena Curah Hujan Masih Tinggi (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,CIANJUR -- BPBD Cianjur, Jawa Barat, imbau warga untuk mewaspadai bencana banjir dan longsor karena curah hujan yang masih tinggi apalagi Cianjur termasuk dalam zona merah bencana di Jawa Barat.

Sekretaris BPBD Cianjur, Rudi Wibowo mengatakan info dari BMKG cuaca ekstrem akan melanda sebagian besar wilayah Cianjur, mulai dari utara hingga selatan berpotensi terjadi hujan lebat dengan intensitas tinggi selama beberapa hari ke depan.

Baca Juga

"Tercatat selama beberapa hari terakhir hujan deras dengan intensitas lebih dari dua jam saat malam, menyebabkan lima kecamatan di Cianjur dilanda bencana alam seperti banjir, longsor dan puting beliung, tidak ada korban jiwa namun puluhan kepala keluarga mengungsi," katanya, Jumat (10/9/2022).

Rudi menuturkan, penanganan bencana alam di sejumlah kecamatan sedang dilakukan termasuk membuka kembali jalan penghubung antar desa yang terputus akibat tertutup material longsor. Penanganan dilakukan bersama dengan aparat setempat dibantu relawan dan warga sekitar.

 

Pihaknya juga telah menyalurkan bantuan untuk perbaikan rumah yang rusak serta berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membantu pembangunan kembali rumah yang ambruk akibat puting beliung. "Kita upayakan penanganan cepat bencana alam dapat tuntas dalam pekan ini," katanya.

Sedangkan terkait masih tingginya curah hujan terutama di wilayah selatan Cianjur, pihaknya melalui kecamatan mengimbau nelayan untuk tidak melaut sementara waktu dan wisatawan tidak bermain di pinggir pantai karena gelombang masing tinggi.

"Imbauan ini berlaku untuk seluruh warga Cianjur terutama yang tinggal di wilayah rawan bencana dan pinggir pantai, segera mengungsi jika melihat tanda alam akan terjadi bencana," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement