Selasa 18 Oct 2022 12:13 WIB

Surya Paloh: Perjalanan Pemilu tak akan Mulus

Jalan yang tak mulus jadi tantangan NasDem, khususnya dalam memenangkan Anies.

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Agus Yulianto
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab pertanyaan dalam acara Deklarasi Calon Predisen (capres) Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). Partai Nasdem resmi mengusung Anies Baswedan menjadi capres dalam perhelatan Pilpres 2024 mendatang. Republika/Prayogi.
Foto: Republika/Prayogi.
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjawab pertanyaan dalam acara Deklarasi Calon Predisen (capres) Partai Nasdem di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (3/10/2022). Partai Nasdem resmi mengusung Anies Baswedan menjadi capres dalam perhelatan Pilpres 2024 mendatang. Republika/Prayogi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh sudah mewanti-wanti seluruh kadernya jelang pemilihan umum (Pemilu) 2024. Dia menjelaskan, kontestasi nasional tersebut disebutnya tak akan berjalan mulus bagi partainya.

"Dalam perjalanan yang kita lalui dari tahapan-tahapan yang akan berlanjut sampai nanti pemilihan yang akan datang, saya sudah mengingatkan kita semua. Tidak semua perjalanan yang kita hadapkan itu berjalan smooth," ujar Surya dalam pidato peluncuran Nasdem Memanggil, Senin (17/10).

Baca Juga

Menurutnya, jalan yang tak mulus tersebut menjadi tantangan bagi partainya jelang Pemilu 2024. Khususnya dalam memenangkan Anies Rasyid Baswedan sebagai presiden terpilih untuk periode 2024-2029.

"Di jalan yang licin ada lobang-lobnang besar yang bersiap menghadapi kita, menghadang kita di depan. Jalan yang berputar, lengkak-lengkok, naik turun, itu adalah sebuah tantangan," ujar Surya.

 

Di samping itu, dia menyinggung pihak-pihak yang mempertanyakan komitmen pihaknya terhadap pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Apalagi setelah pendeklarasian Anies  sebagai bakal capres.

Dia menegaskan, Partai Nasdem selalu menjadi pihak yang mendukung segala kebijakan yang dikeluarkan pemerintahan Jokowi. Termasuk saat pemerintah memutuskan untuk mengurangi subsidi harga bahan bakar minyak (BBM).

"Saya sambil bercanda bilang sama Pak  Jokowi, 'Bapak Presiden kita punya tujuh fraksi koalisi pemerintahan ini, ini kebijakan kenaikan BBM, enam fraksi tidak sepakat hanya satu fraksi (Partai Nasdem)'. Yang sepakat ini kalau tidak fraksi yang paling tolol atau paling loyalis tidak mungkin begini," ujar Surya.

Usai pendeklarasian Anies sebagai capres dari Partai Nasdem, tegas Surya, tak mengubah sikap pihaknya di pemerintahan. Partai Nasdem, ditegaskannya, tak takut untuk menghadapi fitnah dan isu miring terhadap partainya.

"Jadi kalau ada yang menggoda kita, ada mencoba ketangguhan, semangat, dan jiwa konsistensi Partai Nasdem ya boleh-boleh saja, tidak apa-apa. Kita adalah kita, tapi niat baik kita tidak bisa ditawar-tawar, semangat kita ya itulah kita komitmen kita," ujar Surya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement