Ahad 13 Nov 2022 15:41 WIB

Edu dan Job Fair, Cara Cadisdik Wilayah III Cetak Generasi Emas

Lulusan SMA dan SMK harus tepat memilih perguruan tinggi dan pekerjaan

Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah III Jawa Barat merutinkan kegiatan Edu dan Job Fair, sebagai upaya pembekalan bagi lulusan SMK dan SMA.
Foto: Istimewa
Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah III Jawa Barat merutinkan kegiatan Edu dan Job Fair, sebagai upaya pembekalan bagi lulusan SMK dan SMA.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah III Jawa Barat tidak henti berupaya menyetak generasi emas menuju 2024. Salah satunya, yakni berencana menggulirkan kegiatan Edu dan Job Fair secara rutin.

photo
Komitmen Kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cadisdik) Wilayah III Jawa Barat cetak generasi emas. - (Istimewa)

Kegiatan ini juga sebagai bentuk kepedulian Cadisdik Wilayah III Jabar untuk membantu pelajar agar dapat menentukan langkah selanjutnya, setelah selesai menempuh pendidikan akhir. Kepala Cadisdik Wilayah III Jabar Asep Sudarsono mengatakan upaya Edu dan Job Fair berkaca pada kesuksesan sebelumnya.

Untuk itu, pihaknya berencana menjadikan Edu dan Job Fair sebagai kegiatan rutin tahunan. Tahun ini, Edu dan Job Fair telah dilaksanakan di Haris Convention Hall Summarecon, Bekasi pada 9 Maret 2022.

Edu dan Job Fair cukup efektif dan efisien dalam memberikan edukasi kepada para siswa,’’ ujar Asep. Pihaknya menjelaskan, Edu Fair bertujuan memberikan edukasi kepada siswa SMA yang ingin melanjutkan studinya ke pergururan tinggi, sesuai dengan kompetensi yang akan ditekuninya.

Sementara Job Fair bertujuan untuk memberikan edukasi kepada siswa, umumnya SMK, yang dipersiapkan untuk masuk dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (Dudika).

“Tidak hanya siap secara skil, tetapi mereka juga harus mempunyai karakter dan sikap mental yang andal,’’ katanya. Awal mula digelarnya Edu dan Job Fair, ungkap Asep, berangkat dari inisiatif kerja Cadisdik Wilayah III Jabar, melihat kegiatan serupa kerap kali dilaksanakan oleh masing-masing sekolah sehingga kurang efektif.

Dengan dipusatkannya kegiatan itu pada tempat yang representatif, tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, termasuk pihak Dudika dengan skala yang lebih besar.

‘’Di lingkup Cadisdik wilayah III Jabar yang luas, kita membawahi 589 SMA, SMK dan SLB Negeri dan Swasta. Tentu dengan berbagai macam tantangannya,’’ tambahnya. Adapun tantangan yang dihadapi siswa dan siswi, yakni ketika memilih perguruan tinggi.

Saat melanjukan pendidikan, tambah dia, banyak yang disebabkan oleh ajakan atau meniru teman dekatnya. Dengan begitu, papar dia, tidak mempertimbangkan pada potensi dan kompetensi pribadi.

‘’Banyak diantara mereka yang bersaing dengan teman di sekolahnya karena memilih jurusan yang sama,’’ tutur dia. Sementara tantangan yang dihadapi lulusan SMK, menurut dia, kebanyakan masih asing dengan etika dan budaya dunia kerja.

Dengan begitu, saat mengikuti proses seleksi banyak yang tidak lolos. Selain itu, siswa SMK setelah menjadi karyawan, banyak yang tidak bisa beradaptasi dengan dunia kerja, yang akibatnya kontrak kerjanya tidak diperpanjang oleh pihak perusahaan.

Dari permasalahan tersebut, pihaknya merasa perlu menggelar Edu dan Job Fair secara rutin. Pada Edu dan Job Fair perdana yang telah dilangsungkan, terdapat 4.000 siswa yang hadir pada acara. Termasuk didukung oleh 10 perusahaan industri, 20 perguruan tinggi, dan 10 SMK yang memiliki produk kreatif di Jawa Barat turut berpartisipasi.

Goal terbesarnya, Edu dan Job Fair dapat mendongkrak tamatan SMA yang masuk Perguruan Tinggi serta meningkatnya tamatan SMK yang masuk Dudika,’’ sebutnya. Edu dan Job Fair yang berlangsung Maret 2022 lalu dibuka oleh Atalia Praratya Kamil, yang mewakilkan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar Dedi Supandi yang menyaksikan semarak dan antusiasnya pengunjung pada gelaran tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jabar Dedi Supandi menambahkan, tujuan diselenggarakannya Edu dan Job Fair untuk memberikan informasi kepada pelajar kelas 12, untuk menentukan arah karir selanjutnya. Pembekalan itu, sambung dia, sangat penting. 

‘’Tujuan acara ini sebagai wadah pelayanan informasi kepada siswa kelas 12, untuk merencanakan pendidikan dalam pengembangan karir sesuai keinginan dan cita-cita pelajar,’’ ujarnya. ADV

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement