Kamis 01 Dec 2022 13:10 WIB

Pemkot Bogor Ajak Kemendikbud Ristek Tata Kawasan Batutulis

Kawasan ini sudah sejak lama ditinggalkan dan tidak tersentuh.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.
Foto: Republika/Shabrina Zakaria
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemkot Bogor bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) telah menggelar rapat pembahasan permohonan hibah aset tanah situs prasasti Batutulis. Sebab, kawasan ini sudah sejak lama ditinggalkan dan tidak tersentuh.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, Pemkot Bogor telah bersurat ke berbagai pihak untuk mengajak melakukan penataan kawasan Prasasti Batutulis. Surat tersebut berisi ajakan untuk penataan bersama kawasan tersebut.

Dedie mengatakan, kawasan prasasti Batutulis ini sudah sejak lama ditinggalkan dan mungkin sudah puluhan atau ratusan tahun tidak tersentuh. Pemkot Bogor pun melakukan koordinasi dengan Istana Batutulis.

“PT KAI termasuk juga sektor swasta untuk menata ulang Batutulis semata-mata untuk menjaga dan melestarikan cagar budaya yang ada di sana,” kata Dedie, Rabu (30/11).

Sejauh ini, lanjut Dedie, modalitas yang dimiliki Pemkot Bogor untuk menata kawasan Batutulis yakni sudah dipindahkannya dua sekolah dasar yang berada di kawasan Batutulis. Pihaknya juga sedang melakukan proses administrasi dan pembelian lahan yang ada di samping Batutulis.

"Situs Batutulis sendiri kepemilikannya ada di Kementerian, kalau memang ada peluang untuk bisa dihibahkan akan kami tata ulang," katanya.

Dedie menjelaskan, saat ini di sekitar area Batutulis sudah dibangun dan sudah selesai double track. Tidak hanya itu, ke depan akan dibangun stasiun yang dikembangkan menjadi TOD dan pembangunan underpass di tahun depan yang mana ini menjadi satu kesatuan dari keinginan untuk menata Batutulis secara keseluruhan.

"Nanti kita bangun TOD dan underpass bersebelahan dengan Istana Batutulis dan akan dikembangkan juga menjadi museum Bung Karno. Ini akan jadi satu kesatuan yang semoga terwujud," harapnya.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement