Senin 26 Dec 2022 13:50 WIB

HIV di Jabar Capai 57.134 Kasus, Penyebab Utamanya Hubungan Sesama Jenis

Hampir 66 persen penderita HIV-AIDS di Jabar berusia produktif.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
HIV/AIDS (Ilustrasi)
Foto: Flickr
HIV/AIDS (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemprov Jabar terus berupaya menekan kasus infeksi HIV-AIDS dengan sejumlah langkah mitigasi. Kasus kumulatif HIV di Jabar hingga September 2022 tercatat sebanyak 57.134 kasus, dan kasus kumulatif AIDS sebanyak 12.326 Kasus

Menurut Asisten Pemerintahan, Hukum dan Kesejahteraan Sosial Jabar, Dewi Sartika, kasus tertinggi HIV-AIDS di Jabar saat ini adalah Kota Bandung (726 kasus), disusul Kota Bogor (557 kasus), Kota Bekasi (447 kasus), kemudian Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Bandung. 

"Yang harus menjadi perhatian dari semua kasus tersebut 74 persennya diderita oleh kelompok laki-laki, dan 26 persen kelompok perempuan, dengan penyebab utamanya adalah hubungan sesama jenis, disusul pengguna narkotika," ujar Dewi akhir pekan lalu.

Dewi menjelaskan, mitigasi yang dilakukan pihaknya di antaranya dengan memberikan pendampingan kualitas hidup kepada penderita HIV-AIDS. Serta, penguatan lingkungan yang kondusif melalui kolaborasi Pentahelix sebagai upaya pencegahan. 

 

Pemprov Jabar, kata dia, mempunyai sejumlah program pencegahan dan penguatan bagi anak-anak penderita HIV-AIDS yang harus diselamatkan masa depannya. "Mitigasi dan sejumlah program pencegahan HIV-AIDS terus kita perkuat. Saya harap kita tidak boleh lengah, khususnya terhadap penderita anak-anak karena kalau lengah akan kehilangan generasi emas 2045," papar Dewi.

Saat ini, kata Dewi, pihaknya juga terus menguatkan peran kelembagaan bersama Dinas Kesehatan Jabar dalam mengingatkan dan mencari orang yang terkena HIV-AIDS untuk diberikan pengobatan. 

Berdasarkan kelompok usia, kata dia, hampir 66 persen penderita HIV-AIDS di Jabar berusia produktif, yakni 25 - 49 tahun, kemudian 18,6 persen usia 20 - 24 tahun, dan 6,1 persen usia di atas 50 tahun. 

Oleh karena itu, kata dia, peringatan Hari AIDS Sedunia ini menjadi pengingat terhadap fenomena gunung es yang hanya terlihat kecil di atasnya saja. Padahal, di bawahnya kasus relatif tinggi yang harus menjadi perhatian semua pihak. 

"Karena itu terus-menerus kita ingatkan, terutama yang sudah terinfeksi agar tetap bersemangat dan rutin berobat. Untuk masyarakat juga teruslah berperilaku hidup sehat dan melakukan komunikasi yang sehat," kata Dewi. 

Menurut Plt Kepala Dinas Kesehatan Jabar Nina Susana, kasus kumulatif HIV di Jabar hingga September 2022 tercatat sebanyak 57.134 kasus, dan kasus kumulatif AIDS sebanyak 12.326 Kasus. 

“Pada tahun 2020 ke 2021 kasus kumulatif HIV dan AIDS sempat mengalami penurunan, namun pada tahun 2022 di Jabar mengalami peningkatan kembali,” kata Nina. 

Nina mengimbau, apabila ditemukan orang dengan hasil tes HIV positif, diupayakan segera lakukan pemberian pengobatan ARV kepada pasien. “Tingkatkan edukasi HIV AIDS pada seluruh sektor, baik tenaga kesehatan dan masyarakat pada berbagai usia dan jenis kelamin agar tidak ada diskriminasi pada ODHA di manapun ODHA berada,” kata Nina. 

Rangkaian kegiatan peringatan Hari HIV-AIDS sedunia di Jabar, diisi dengan senam sehat, talk show, hiburan hingga pembagian door prize. 

Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil mengatakan, pelaksanaan peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2022 dapat dijadikan sebagai momentum gerakan masyarakat untuk bersama-sama peduli tentang HIV, memahami pentingnya melakukan tes HIV, sehingga status HIV dapat segera diketahui.

Menurut Atalia, semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV dan mendapatkan pengobatan ARV lebih dini diharapkan dapat mendorong percepatan tercapainya penurunan epidemi HIV, sehingga Indonesia dapat mencapai “three zero”. 

"Diharapkan Indonesia dapat mencapai “three zero”,  yaitu tidak ada infeksi baru HIV, tidak ada kematian akibat AIDS, dan tidak ada stigma terhadap orang dengan HIV untuk mencapai eliminasi HIV di tahun 2030," kata Atalia. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement