Rabu 28 Dec 2022 13:06 WIB

Jokowi: Indramayu Penyumbang Surplus Padi Nomor Satu di Indonesia

Produksi padi di Kabupaten Indramayu diharpakan meningkat menjadi 1,8 juta ton per ta

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Agus Yulianto
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (ketiga kanan), Dirut Perum Bulog Budi Waseso (kedua kiri) dan Bupati Indramayu Nina Agustina (keempat kanan) menghadiri panen raya padi di desa Wanasari, Bangodua, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (21/4/2021). Selain menghadiri panen raya, Presiden Jokowi juga berdialog untuk menerima keluhan para petani.
Foto: Antara/Dedhez Anggara
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (ketiga kanan), Dirut Perum Bulog Budi Waseso (kedua kiri) dan Bupati Indramayu Nina Agustina (keempat kanan) menghadiri panen raya padi di desa Wanasari, Bangodua, Indramayu, Jawa Barat, Rabu (21/4/2021). Selain menghadiri panen raya, Presiden Jokowi juga berdialog untuk menerima keluhan para petani.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, meresmikan Bendungan Sadawarna yang terletak di Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang, Selasa (27/12/2022). Bendungan itu berperan penting dalam pengairan di tiga daerah, yakni Kabupaten Subang, Indramayu serta Sumedang.

Dalam sambutannya, Jokowi mengatakan, Bendungan Sadawarna adalah bendungan ke-33 yang diresmikan dalam delapan tahun terakhir. "Pembangunan waduk Sadawarna yang dimulai pada 2018 hari ini telah selesai dan segera kita resmikan," kata Jokowi.

 

photo
Buruh panen padi memanen padi di Blok Ki Buyut Depong, Desa Terusan, Kecamatan Sidang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jabar.  (Agus Yulianto/Republika)

 

 

Jokowi menambahkan, pengerjaan Bendungan Sadawarna telah menghabiskan anggaran Rp 2,065 triliun. Menurutnya, anggaran tersebut bukanlah uang yang sedikit.

"Jadi kalau waduknya sudah ada, nanti Indramayu tidak naik produksi padinya, awas! Karena kita tahu, Indramayu adalah penyumbang surplus nomor satu (padi) terbesar di Indonesia," cetus Jokowi.

Jokowi mengungkapkan, seperti yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, produksi padi Kabupaten Indramayu saat ini mencapai 1,3 juta ton per tahun. Dengan adanya bendungan tersebut, maka produksi padi di Kabupaten Indramayu diharpakan meningkat menjadi 1,8 juta ton per tahun.

"Kita harapkan produksinya tidak turun, tapi naik, dari 1,3 juta ton menjadi 1,8 juta ton untuk Kabupaten Indramayu," tegas Jokowi.

Jokowi juga menyampaikan terima kasih kepada bupati dan masyarakat Sumedang, yang telah merelakan airnya untuk mendukung produksi pertanian di Kabupaten Indramayu. "Tadi, Pak Bupati Sumedang bilang ikhlas pak, ikhlas pak," tutur Jokowi.

Jokowi menjelaskan, luas genangan air Bendungan Sadawarna yakni 680 hektare dan mampu mengairi lahan pertanian dibawahnya untuk seluas 4.280 hektare. Keberadaan bandungan atau waduk, akan mendukung naiknya produktifitas padi dan tanaman holtikultura. 

Kondisi tersebut akan ikut membantu mempertahankan ketahanan dan kemandirian pangan. "Manfaat lain untuk wisata, pembangkit listrik dan ketersediaan air baku," ujar Jokowi.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Indramayu, Nina Agustina, mengatakan, akan berusaha meningkatkan produksi padi dari 1,3 juta ton menjadi 1,8 juta ton per tahun pada 2023 nanti.

Sesuai perintah presiden, Nina akan mengerahkan jajarannya mengejar target peningkatan padi nasional. Dengan demikian, predikat sebagai daerah penjaga ketahanan pangan nasional tetap dipertahankan Kabupaten Indramayu.

"Ini semua tentu saja berkat kerja keras petani Indramayu. Saya sangat berterima kasih kepada mereka (petani). Semoga target 1,8 juta ton terpenuhi, kita berdoa bersama," tandas Nina. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement