Jumat 13 Jan 2023 05:21 WIB

Kata Pengamat Soal Sindiran Mega ke Jokowi di HUT PDIP

Tak ada ketersinggungan yang diperlihatkan usai Megawati menyampaikan hal tersebut. 

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Agus Yulianto
Pakar Komunikasi Politik Universitas Gadjah Mada, Nyarwi Ahmad (tengah) dalam diskusi bertajuk
Foto: Republika/Febrianto Adi Saputro
Pakar Komunikasi Politik Universitas Gadjah Mada, Nyarwi Ahmad (tengah) dalam diskusi bertajuk

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pakar Komunikasi Politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad, menanggapi, soal sindiran yang disampaikan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidato HUT ke-50 PDIP, Selasa (10/1) lalu. Menurutnya, sindiran tersebut ditunjukan tidak hanya untuk Jokowi, tapi juga untuk mengingatkan seluruh kadernya.

"Untungnya di situ disebutkan 'kasian kalau Pak Jokowi tidak didukung PDIP, saya kira itu bentuk eufisme juga untuk mengatakan bahwa juga mengingatkan tidak hanya ke Pak Jokowi, tapi semua kader bahwa siapapun yang dicalonkan PDIP ya apapun jabatan posisinya dianggap petugas partai dalam arti positif internal ya. Artinya, mengemban memberikan semacam beban atau tugas atau amanat yang harus dijalankan sebagai kader partai, saya kira itu eufisme yang sudah bagus dilakukan," kata Nyarwi ditemui di UGM, Yogyakarta, Kamis (12/1). 

Baca Juga

 

photo
Perayaan HUT ke-50 PDIP dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Maruf Amin, yang bertemu terlebih dahulu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, di JIExpo, Jakarta, Selasa (10/1). - (Republika/Nawir Arsyad Akbar)

 

 

Selain itu, Nyarwi menilai, pernyataan Megawati tersebut juga menunjukan bahwa bukan hanya pentingnya peran PDIP ketika mencalonkan Jokowi sebagai presiden. Namun, juga keberadaan PDIP juga masih dipandang penting.

"Oleh ketum juga diharapkan bisa tetep mengawal Pak Jokowi sampai masa akhir periodenya," ujarnya. 

Nyarwi juga memandang tak ada ketersinggungan yang diperlihatkan usai Megawati menyampaikan hal tersebut. Sebab, menurutnya, hal tersebut telah menjadi parodi di internal yang dipahami. 

"Apalagi Bu Mega memosisikan sebagai ketum dan ibu, kecuali konteksnya di sana ada semacam dinamika, katakanlah ada gap, ada jarak Pak Jokowi sama Bu Mega. Tapi kalau kita lihat beberapa bulan terakhir isu itu gak ada," ungkapnya. 

Sebelumnya Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri melontarkan candaan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, seharusnya ia mendapatkan perhargaan karena PDIP menjadi pelopor pencegahan stunting pada anak.

"Pak Jokowi iku yo ngono lho mentang-mentang. Lho iya padahal Pak Jokowi kalau nggak ada PDIP juga aduh kasihan dah," ujar Megawati dalam pidato perayaan HUT ke-50 PDIP di JIExpo, Jakarta, Selasa (10/1). 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement