Kamis 26 Jan 2023 15:54 WIB

Polisi Siapkan Pengamanan Cap Go Meh di Suryakencana Bogor

Berbagai persiapan dilakukan mulai dari pengalihan arus hingga kantong parkir.

Rep: Shabrina Zakaria/ Red: Agus Yulianto
Peserta Cap Go Meh melakukan atraksi barongsai saat mengikuti Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) di Jalan Suryakencana, Bogor. (Ilustrasi)
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Peserta Cap Go Meh melakukan atraksi barongsai saat mengikuti Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) di Jalan Suryakencana, Bogor. (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Sebanyak 700 personel gabungan disiapkan dalam rangka pengamanan kegiatan Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) 2023 di kawasan pecinan Suryakencana, Kota Bogor pada 5 Februari 2023. Berbagai persiapan dilakukan mulai dari pengalihan arus hingga persiapan kantong parkir.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, mengatakan ratusan personel tersebut terdiri atas gabungan TNI-Polri, Satpol PP, dan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Diperkirakan, sekitar 50 ribu orang akan hadir memenuhi kawasan pecinan tersebut.

Pada hari H, kata dia, Jalan Suryakencana yang menjadi pusat kegiatan rencananya akan ditutup sekira pukul 13.00 WIB. Kendaraan sudah tidak melintas di lokasi.

“Nanti juga akan kita clear-kan termasuk gang-gang yang ada di sana sehingga tidak ada kendaraan yang masuk ke dalam Suryakencana. Diperkirakan acara selesai pukul 23.00 WIB,” ujarnya, Kamis (26/1/2023).

Bismo menjelaskan, rekayasa lalu lintas sudah disiapkan untuk mengantisipasi kepadatan saat kegiatan berlangsung. Salah satunya dengan pengalihan arus di Interchange Tol Jagorawi ke arah Kota Bogor.

Dia menyebutkan, pengalihan arus tersebut akan dilakukan jika area dalam kota sudah terlalu padat. Sehingga tidak semua kendaraan akan masuk Kota Bogor melalui Baranangsiang.

“Tapi itu sifatnya tentatif, kita melihat situasional kepadatan yang di dalam Kota khususnya Jalan Otista dan Jalan Pajajaran,”jelasnya.

Di samping itu, pihaknya juga menantisipasi berbagai kerawanan keamanan. Termasuk membuka layanan publik yang membutuhkan informasi dan lainnya.

“Ada lima pos untuk public address untuk menginformasikan jika ada anak hilang atau lainnya. Termasuk kita sediakan tim medis, oksigen jika nanti diperlukan ada juga tim medis yang mobile memantau kesehatan pengunjung,” imbuhnya.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menambahkan, Bogor Street Festival CGM tahun ini merupakan CGM terakhir di sisa jabatannya dengan Dedie A. Rachim. Sehingga, dia berharap, kegiatan ini berjalan dengan sukses dan lebih tertib.

Menurutnya, sosialisasi kegiatan ini harus maksimal dan gencar di seluruh kanal terkait rundown acara. Serta perkiraan titik-titik penumpukan massa dengan bahasa yang jauh lebih tegas.

“Setiap weekend ada 300 ribu orang masuk ke Bogor dan saat CGM tidak hanya warga Jakarta tapi juga warga Kota Bogor dan permasalahan lalu lintas selalu menjadi sorotan utama dari publik,” ucapnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement