Sabtu 28 Jan 2023 17:59 WIB

Masyarakat Bersihkan Sungai Pasenda  Minimalisasi Banjir

Terdapat lebih dari 100 karung yang diangkat dari Sungai Pasenda. 

Rep: Bayu Adji P / Red: Agus Yulianto
Masyarakat membersihkan sampah dari Sungai Pasenda, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Sabtu (28/1/2023).
Foto: Dok.Republika
Masyarakat membersihkan sampah dari Sungai Pasenda, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Sabtu (28/1/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Ratusan warga di Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, melakukan gotong royong membersihkan Sungai Pasenda, Sabtu (28/1/2023). Aksi bersih-bersih sungai itu dilakukan untuk meminimalisasi bencana banjir yang sering terjadi di wilayah itu.

Camat Purbaratu, Yogi Subarkah, mengatakan, aksi bersih-bersih sungai itu merupakan inisiatif pihak Kelurahan Sukanagara dan Komunitas Lingkungan Tasikmalaya (Kolintas). Mengingat, Sungai Pasenda sering meluap ketika terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Selain itu, sungai tersebut juga telah mengalami pendangkalan.

"Melalui aksi itu, kami ingin meningkatkan peran serta masyarakat untuk gotong royong. Alhamdulillah masyarakat antusias. Tadi ada lebih dari 200 orang yang ikut kegiatan," kata dia kepada Republika.co.id, Sabtu.

Dia menambahkan, hasil dari aksi bersih-bersih itu, terdapat lebih dari 100 karung yang diangkat dari Sungai Pasenda. Sampah sampah itu kemudian diangkut untuk dibuang ke TPA Ciangir.

Menurut dia, bencana banjir akibat luapan Sungai Pasenda sudah cukup sering terjadi. Bahkan, pada April 2022, terjadi banjir besar yang menyebabkan ratusan rumah terendam air hingga ketinggian hampir 2 meter.

Berdasarkan catatan Republika.co.id, banjir bandang yang terjadi di Kelurahan Sukanagara Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, pada Jumat (15/4/2022) malam, itu menyebabkan 128 kepala keluarga (KK) atau sekitar 512 jiwa warga terdampak. Banjir itu terjadi akibat jebolnya tanggul di Sungai Dalemsuba, yang merupakan anak Sungai Pasenda.

Ketua Umum Kolintas, Indra Ahmad Mustofa, mengatakan, salah satu tujuan aksi bersih-bersih itu dilakukan adalah untuk memberikan contoh ke masyarakat. Menurut dia, semua solusi untuk penanganan lingkungan hanya bisa teratasi melalui kebersamaan. 

"Jadi kami ingin tradisi gotong royong dikembalikan," kata dia.

Indra mengatakan, pihaknya akan terus bergerak untuk mengatasi masalah lingkungan, khususnya di Kota Tasikmalaya. Apalagi, pihaknya juga telah diminta oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya untuk melakukan bersih-bersih di Sungai Cimulu. 

Sementara Penjabat (Pj) Wali Kota Tasikmalaya, Cheka Virgowansyah, mengapresiasi aksi bersih-bersih yang diinisiasi oleh warga. Dia menyebutkan, kerja sama antarpihak sangat diperlukan untuk mengatasi masalah sampah.

"Kalau tak ada kerja sama tak mungkin bisa selesai. Apalagi di sini cukup rawan banjir akibat sampah menyumbat di sungai," ujar dia.

Cheka menambahkan, untuk penanganan ke depan, pihaknya akan mencoba mencarikan solusi agar sampah di sungai bisa terangkut. Salah satunya dengan membuatkan saringan di sungai untuk mengangkut sampah.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement