Sabtu 18 Feb 2023 12:44 WIB

BPOM Perlu Mitigasi Penggunaan Nitrogen Cair di Makanan

Kecepatan masyarakat membangun kreativitas pangan dan olahan, luar biasa.

Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani.
Foto: Foto: Istimewa
Wakil Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Netty Prasetiyani.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi IX DPR RI menyoroti penggunaan nitrogen cair di jajanan smoked ice, chiki ngebul atau cikibul. Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari mengatakan, sudah ada kasus gejala keracunan makanan pada anak usai konsumsi jajanan itu.

Putih menilai, perlu pemahaman sudah berapa lama penggunaan bahan kimia seperti nitrogen cair ini, termasuk terkait dibolehkan atau tidaknya memakai bahan ini. Karenanya, dia meminta, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berperan aktif.

Terutama, lanjut Putih, melakukan pengawasan terhadap makanan yang beredar di masyarakat. Dia melihat, adanya penemuan kembali kasus gagal ginjal akut telah membuat masyarakat khawatir, sehingga BPOM tidak boleh jadi pemadam kebakaran.

"Kalau muncul kasus, baru mulai ada pengawasan atau pemeriksaan. Kalau belum, tenang-tenang aja. Padahal, setahu saya makanan nitrogen sudah lama beredar di masyarakat," kata Putih, Sabtu (18/2).

Berdasarkan pernyataan BPOM sendiri, mereka sudah mendapati sebagian besar nitrogen cair digunakan bukan untuk makanan. Putih merasa, masyarakat belum terinformasikan dengan baik terkait food grade dan non food grade.

Sehingga, kerap kali nitrogen cair dipakai dalam pengolahan maupun penyajian makanan. Bahkan, belakangan penggunaan nitrogen cair pada makanan tidak cuma ditemukan di festival-festival makanan, tapi ditemukan di jajanan-jajanan anak.

"Harusnya ada panduan atau pedoman dalam penggunaan-penggunaan bahan kimia yang punya resiko dari BPOM, sehingga tidak muncul kasus seperti ini," ujar Putih.

Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyayangkan, BPOM menerbitkan mitigasi pencegahan penggunaan nitrogen cair di jajanan anak baru Januari 2023. Padahal, dia mengingatkan, kecepatan masyarakat membangun kreativitas luar biasa.

"Kalau bicara produk pangan olahan, kecepatan masyarakat membangun kreativitas pangan dan olahan ini luar biasa. Cepat, mudah dan murah sudah tidak dihitung lagi sehatnya," kata Netty.

Untuk itu, dia meminta, BPOM segera mengambil langkah-langkah yang antisipatif dan inovatif. Menurut Netty, itu jadi penting dilakukan dalam rangka mengantisipasi kejadian tidak diinginkan serta kejadian-kejadian serupa seperti kasus GGAPA.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement