Selasa 21 Feb 2023 06:40 WIB

Ketua DPRD Bekasi Minta Pemkot Kaji Dulu Penggunaan Panel Surya

Pemkot Bekasi diminta memastikan efisiensi anggaran dengan penggunaan panel surya.

Rep: Ali Yusuf / Red: Irfan Fitrat
Ketua DPRD Kota Bekasi M Saifuddaulah.
Foto: Republika/Ali Yusuf
Ketua DPRD Kota Bekasi M Saifuddaulah.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mendorong penggunaan panel surya untuk energi listrik di lingkungan pemerintah kota (pemkot). Merespons hal itu, Ketua DPRD Kota Bekasi M Saifuddaulah meminta pemkot mengkajinya terlebih dahulu, khususnya terkait efisiensi anggaran.

Saifuddaulah mengaku tidak mempermasalahkan usulan itu. “Intinya kita tidak permasalahkan sepanjang prasarana dan infrastruktur yang ada memenuhi standar terkait dengan penggunaan tenaga surya,” kata Saifuddaulah di gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (20/2/2023).

Namun, Saifuddaulah mengatakan, Pemkot Bekasi mesti menghitung betul terkait efisiensi anggaran dari penggunaan listrik PLN ke pemanfaatan panel surya. Jangan sampai, kata dia, perubahan itu malah menjadi lebih mahal. “Apakah ini akan lebih hemat dalam pengeluaran anggaran APBD? Karena penggantian ini akan ada cost-nya,” kata dia.

Terlebih, menurut Saifuddaulah, pengadaan panel surya itu belum masuk Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 dan rencana kerja. “Saya belum tahu pengadaan panel tenaga surya itu berapa besar anggarannya karena belum masuk di APBD,” ujar dia.

 

Untuk itu, Saifuddaulah menyarankan pemkot mengkajinya terlebih dulu sebelum menerapkan penggunaan panel surya. Pemkot, kata dia, mesti tepat sasaran dalam menggunakan APBD. “Prinsipnya, kalau itu bisa efisiensi terkait dengan anggaran. Anggaran harus digunakan kepada yang prioritas,” kata Saifuddaulah.

Dorongan penggunaan panel surya sempat disampaikan Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono saat memimpin apel di lapangan utama Gedung Pemkot Bekasi, Senin (6/2/2023). Ia mengajak jajaran pemkot memanfaatkan energi matahari menjadi listrik dengan menggunakan panel surya. “Hal seperti itu perlu kita coba,” kata dia.

Sebagai percontohan, Tri mengaku akan memulai di rumahnya. “Saya akan coba di rumah bagaimana pembayaran rekening listrik itu bisa berkurang dengan penggunaan sinar matahari (panel surya),” kata Tri.

Menurut Tri, penggunaan panel surya diperkirakan bisa menghemat sekitar 50 persen biaya listrik layanan PLN. Jika ada kerja sama dengan penyedia panel surya, kata dia, pemasangan bisa digratiskan. Untuk pengadaan alatnya, menurut dia, bisa dicicil dari hasil penghematan pembayaran tagihan listrik PLN. “Semua alat dan penggantian itu gratis oleh provider,” ujar dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement