Rabu 22 Feb 2023 05:41 WIB

Polisi Pastikan Bobotoh tak Boleh Nonton Persib vs Arema di Pakansari

Faktor keamanan adi pertimbangan polisi tak mengeluarkan izin digelar dengan penonton

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo didampingi Dirut PBB Teddy Tjahjono memberikan keterangan pers.
Foto: M Fauzi Ridwan/Republika
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo didampingi Dirut PBB Teddy Tjahjono memberikan keterangan pers.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG  -- Polda Jawa Barat memastikan suporter Persib Bandung yakni Bobotoh tidak diperbolehkan menonton laga Persib menghadapi Arema FC dalam lanjutan Liga 1 2022-2023 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.  Hal itu merupakan keputusan dalam rapat koordinasi antara Polres Bogor dan Manajemen Persib atau panitia penyelenggara pertandingan.

"Itu dari rapat koordinasi, manajemen Persib juga sudah menyampaikan ke Bobotoh. Tanpa penonton," kata Karo Ops Polda Jawa Barat Kombes Pol Budi Wasono, Selasa (21/2/2023).

Baca Juga

Adapun laga antara klub berjuluk Maung Bandung dan Singo Edan itu, bakal digelar Kamis (23/2) di Stadion Pakansari. Saat ini, Persib Bandung bertengger di peringkat ke-2 klasemen sementara, sedangkan Arema duduk di peringkat ke-11 klasemen sementara Liga 1.

Meski laga tanpa penonton, menurutnya, polisi tetap melakukan pengamanan di Stadion Pakansari seperti laga-laga biasanya. Di samping itu, polisi juga bakal melakukan sterilisasi area sekitar Stadion Pakansari guna mencegah Bobotoh hadir ke lokasi      pertandingan.

 

"Jadi sama seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya yang digelar tanpa penonton, Bobotoh juga sudah mengerti seperti biasanya," kata Budi.

Sementara itu, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat Teddy Tjahjono mengatakan, faktor keamanan menjadi salah satu pertimbangan polisi tak mengeluarkan izin digelar dengan penonton. Di samping itu, menurutnya, adanya kejadian pelemparan oleh orang tak dikenal hingga merusak bus yang ditumpangi oleh Bobotoh juga menjadi salah satu pertimbangan laga digelar tanpa penonton. Adapun aksi pelemparan bus itu terjadi pada Minggu (19/2) di kawasan Bogor usai laga Persib vs RANS Nusantara FC.

"Kami sebagai pemohon pasti ikut saja arahan yang terbaik, yang penting bahwa pertandingan bisa berjalan dan mudah-mudahan laga nanti bisa berjalan dengan lancar dan semua diberikan keselamatan," kata Teddy.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement