Senin 03 Apr 2023 20:51 WIB

Cakupan Imunisasi Polio Hari Pertama di Bandung Lampaui Target

Target harian cakupan imunisasi saat Sub-PIN Polio di Bandung mencapai 13 ribu anak.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Irfan Fitrat
Sejumlah orang tua menunggu giliran anaknya untuk menjalani imunisasi polio saat Sub-Pekan Imunisasi (PIN) Polio di Taman Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (3/4/2023).
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Sejumlah orang tua menunggu giliran anaknya untuk menjalani imunisasi polio saat Sub-Pekan Imunisasi (PIN) Polio di Taman Neglasari, Cibeunying Kaler, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (3/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Sub-Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio mulai berjalan di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (3/4/2023). Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, cakupan imunisasi polio pada hari pertama ini bisa melampaui target.

Imunisasi polio ini menyasar anak atau balita berusia 0-59 bulan. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung Ira Dewi Jani, pada Senin ini terdata 18.458 anak yang mendapat imunisasi polio tipe dua.

“Ini masih ada dua puskesmas yang belum input data. Tapi, karena kita harus cut off di jam 17.00, jadi datanya mungkin akan masuk ke capaian besok. Kita target harian itu 13.852, jadi ini melebihi,” kata Ira, saat dihubungi Republika, Senin (3/4/2023).

Ira menjelaskan, pada hari pertama pelaksanaan Sub-PIN Polio ini imunisasi dilaksanakan di sekitar 63 titik. Menurut dia, Sub-PIN Polio terbilang berbeda dengan kegiatan imunisasi pada umumnya.

Jika umumnya kegiatan imunisasi berlangsung sebulan, Sub-PIN Polio hanya satu pekan. Karena itu, kata dia, banyak posyandu yang memadatkan jadwal imunisasinya atau bergabung dengan posyandu lain.

Menurut Ira, jenis vaksin yang digunakan pada Sub-PIN Polio ini juga berbeda dari yang digunakan pada imunisasi biasanya. Ia mengatakan, vaksin polio pada Sub-PIN ini masa kedaluwarsanya lebih singkat, sehingga saat vaksin dibuka mesti digunakan pada hari itu juga.

“Sekarang memang spesial dibuat untuk menanggulangi kasus KLB polio, jadi dia IP (Indeks Pemakaian) vaksinnya tuh 40-50 anak untuk satu vial. Jadi, memang tidak bisa dicicil-cicil, harus dihabiskan karena hanya bisa dipakai sehari saja. Misal, dibuka hari ini, maka harus habis hari ini. Kalau tidak habis, tidak bisa dipakai buat besok,” kata Ira.

Menurut Ira, pada hari pertama Sub-PIN Polio ada sekitar 464 vial vaksin yang digunakan. Ia mengakui masih ada beberapa posyandu yang belum mencapai sasaran cakupan imunisasi harian.

“Kalaupun ada beberapa posyandu yang tidak sesuai target, itu biasanya karena informasinya yang belum sampai ke masyarakat. Jadi memang persiapan Sub-PIN Polio ini cepat banget, tidak seperti BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional). Kalau ini kita persiapannya tidak sampai dua pekan,” ujar dia.

Karena itu, Ira mengatakan, sosialisasi tetap harus digencarkan selagi imunisasi berjalan. Melihat cakupan imunisasi pada hari pertama Sub-PIN Polio, Ira optimistis target 180.075 anak dalam sepekan dapat tercapai.

“Kalau dalam satu pekan, saya harus optimistis, apalagi kalau melihat animo hari ini, yang targetnya 13 ribu, tapi kita capai 18 ribu. Itu mudah-mudahan akan lebih banyak lagi. Insyaallah, (target) bisa tercapai,” kata Ira.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement